TANGERANG SELATAN – Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan berbagai simbol keberuntungan, termasuk sajian kuliner yang sarat makna. Salah satu hidangan yang hampir selalu hadir di meja makan keluarga Tionghoa, khususnya di Indonesia, adalah ikan bandeng. Bukan tanpa alasan, berikut deretan makna dan filosofi di balik tradisi tersebut.
1. Simbol kemakmuran dan kelimpahan
Dalam budaya Tionghoa, ikan melambangkan rezeki yang berlimpah. Kata yu dalam bahasa Mandarin memiliki arti dan pelafalan yang sama dengan “surplus” atau “berlebih”. Menyajikan ikan saat Imlek dipercaya membawa harapan kemakmuran sepanjang tahun. Ikan bandeng dengan ukuran besar dan daging tebal semakin memperkuat simbol kesejahteraan dan kecukupan hidup.
2. Warisan tradisi Tionghoa peranakan di Indonesia
Tradisi menyajikan ikan bandeng saat Imlek berkembang kuat di kalangan Tionghoa peranakan. Sejak masa kolonial, bandeng dikenal sebagai ikan bernilai tinggi dan kerap dijadikan hadiah istimewa dalam perayaan besar. Kehadirannya di meja makan menjadi simbol penghormatan kepada keluarga dan tamu.
3. Lambang keutuhan dan keharmonisan keluarga
Ikan bandeng biasanya disajikan dalam kondisi utuh. Penyajian ini melambangkan kesatuan dan keharmonisan keluarga. Filosofi tersebut mencerminkan doa agar anggota keluarga tetap lengkap, rukun, dan saling mendukung sepanjang tahun yang baru.
4. Praktis dan tahan lama untuk jamuan besar
Selain makna simbolis, ikan bandeng juga dipilih karena kepraktisannya. Bandeng dapat diolah menjadi berbagai hidangan seperti bandeng presto, bandeng kecap, atau bandeng isi, yang relatif tahan lama dan cocok untuk jamuan keluarga besar yang berlangsung lebih dari satu hari saat Imlek.
5. Rasanya disukai semua generasi
Cita rasa ikan bandeng yang gurih dan teksturnya yang lembut membuatnya mudah diterima oleh semua usia. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, bandeng dapat disesuaikan dengan berbagai bumbu sesuai selera keluarga, menjadikannya hidangan yang bersifat universal.
Ikan bandeng bukan sekadar menu pelengkap saat Imlek. Di balik kelezatannya, tersimpan nilai budaya, filosofi, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Tak heran jika hingga kini, ikan bandeng tetap menjadi simbol kuliner yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek, khususnya di Indonesia.







