TANGERANG SELATAN– Kebakaran besar melanda kawasan sentra niaga tekstil di Cipadu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (2/2/2026). Sebanyak empat bangunan gudang dilaporkan hangus terbakar. Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian materi ditaksir mencapai Rp3 miliar.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel, Omay Komarudin, mengatakan petugas sempat berjibaku agar api tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya.
“Petugas berupaya maksimal agar kobaran api tidak cepat merembet ke bangunan lainnya sehingga kerugian tidak semakin besar,” ujar Omay.
Berdasarkan keterangan saksi mata, titik api pertama kali muncul dari sebuah gudang dekorasi yang menyimpan papan dan kayu. Material mudah terbakar tersebut membuat api cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Kobaran api kemudian melahap dua gudang yang menyimpan barang tekstil, sebelum akhirnya menghanguskan bangunan ketiga dan keempat. Hasil penyelidikan sementara menyebutkan kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek listrik atau korsleting.
Untuk memadamkan api, petugas mengerahkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran. Sebanyak 19 unit berasal dari Pemkot Tangsel, 20 unit bantuan dari Pemkot Tangerang, serta empat unit dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Api sudah semakin melandai dan cenderung padam. Selanjutnya kami melakukan proses pendinginan di area bekas kebakaran,” jelas Omay.
Dalam peristiwa tersebut, tiga petugas pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka-luka. Satu orang mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal, sementara dua petugas lainnya terjatuh saat proses pemadaman.
Salah satu saksi mata, Anthony, mengungkapkan kebakaran sempat membuat warga sekitar panik. Ia menyebut terdengar beberapa kali ledakan saat api membesar.
“Saat kebakaran terjadi, terdengar ledakan berkali-kali. Warga langsung panik dan berhamburan keluar rumah,” katanya.
Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian serta penyebab pasti kebakaran.







