TANGERANG SELATAN – Maskapai penerbangan Batik Air angkat buka suara soal informasi terkait seorang oknum yang berpenampilan menyerupai awak kabin lengkap dengan atribut dan aksesorisnya.
Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan individu tersebut bukan awak kabin, karyawan, maupun perwakilan resmi Batik Air.
Danang juga menegaskan bahwa yang bersangkutan itu tidak terdaftar dalam sistem kepegawaian dan tidak memiliki kewenangan apa pun untuk bertindak atas nama perusahaan.
“Batik Air menegaskan, individu tersebut bukan bagian dari awak kabin maupun karyawan Batik Air. Yang bersangkutan tidak memiliki hubungan kerja dengan perusahaan,” jelas Danang Mandala Prihantoro saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (8/1/2026).
Manajemen Batik Air memastikan seluruh atribut, perlengkapan, dan aksesori yang digunakan oknum tersebut bukan bagian dari inventaris atau perlengkapan resmi perusahaan.
Hasil penelusuran internal menunjukkan, oknum tersebut merupakan penumpang sah dengan boarding pass resmi, tetapi berpenampilan menyerupai awak kabin sehingga menimbulkan kejanggalan.
Kejanggalan terdeteksi saat fase inflight service, kemudian kru melakukan pengamatan dan konfirmasi. Setelah pesawat mendarat dengan selamat, kejadian ini dilaporkan ke petugas keamanan penerbangan (Aviation Security) untuk penanganan lebih lanjut.
“Langkah ini mencerminkan komitmen Batik Air dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan ketertiban penerbangan, serta memastikan setiap potensi risiko ditangani secara tepat, terukur, dan bertanggung jawab,” tukasnya.
Batik Air mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan perusahaan, termasuk pihak yang mengaku sebagai awak kabin atau karyawan, permintaan uang atau data pribadi melalui jalur tidak resmi, penawaran tiket, promosi, atau kerja sama dari kanal tidak resmi.







