JAKARTA – Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.659 personel gabungan untuk mengamankan sekaligus memberikan pelayanan dalam aksi unjuk rasa yang digelar buruh dan sejumlah elemen masyarakat di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Januari 2026.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menegaskan kehadiran aparat bertujuan untuk melayani masyarakat serta menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum secara damai.
“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat,” ujar Reynold, Kamis pagi.
Menurutnya, aksi tersebut diikuti buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama beberapa elemen massa lainnya. Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif, seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan diminta mengedepankan pendekatan humanis serta profesional.
“Personel diperintahkan mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional,” katanya.
Reynold juga mengimbau peserta aksi dan para orator agar menjaga ketertiban, tidak melakukan provokasi, tidak menutup jalan umum, serta menghindari tindakan anarkis seperti pembakaran ban atau perusakan fasilitas umum.
Selain itu, massa aksi diminta tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga mengingatkan masyarakat di sekitar kawasan Monas agar tidak terpancing provokasi selama unjuk rasa berlangsung.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, kepolisian menyarankan pengguna jalan mencari jalur alternatif. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional menyesuaikan eskalasi jumlah massa di lapangan.
“Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tutup Reynold.







