JAKARTA – Kasus dugaan teror yang dialami pemengaruh Ramon Dony Adam atau DJ Donny mendapat perhatian pemerintah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap peristiwa tersebut.
“Kita minta semuanya dilakukan investigasi,” ujar Prasetyo dikutip Selasa, 6 Januari.
Prasetyo menegaskan pemerintah tidak mentoleransi segala bentuk teror atau intimidasi, termasuk terhadap individu yang menyampaikan kritik kepada pemerintah. Ia menekankan bahwa kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari proses demokrasi yang tidak boleh dihadapi dengan ancaman.
“Kalau ada sesuatu, silakan disampaikan dengan baik. Itu bagian dari proses kita mendewasakan diri sebagai bangsa,” kata Prasetyo.
Ia juga menyebut Presiden Prabowo Subianto menaruh keprihatinan atas dugaan teror yang menimpa DJ Donny. “Iya dong, Presiden prihatin. Masa sekarang masih ada kejadian seperti itu,” ujarnya.
Kasus ini bermula dari laporan DJ Donny ke Polda Metro Jaya terkait rangkaian teror yang dialaminya di kediaman. Ia melaporkan adanya pengiriman bangkai ayam ke rumahnya pada Senin, 29 Desember, yang kemudian disusul pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal pada Rabu, 31 Desember dini hari.
“Beberapa hari lalu rumah saya dikirimi bangkai ayam. Lalu sekitar pukul 03.00 WIB, terekam CCTV ada orang melempar molotov ke rumah,” kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 31 Desember.
Ia menilai aksi tersebut tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga membahayakan keselamatan keluarga serta lingkungan sekitar. Selain itu, Donny mengaku kerap menerima ancaman melalui sambungan telepon dan pesan di media sosial.
Meski demikian, Donny menyerahkan sepenuhnya pengungkapan pelaku dan motif teror kepada pihak kepolisian. Ia mengaku belum mengetahui siapa pihak yang berada di balik rangkaian intimidasi tersebut.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan telah menerima laporan DJ Donny dan memastikan kasus dugaan teror tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan.







