KEGIATAN Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini dilaksanakan di Panti Asuhan Al-Mubarokah pada tanggal 9 November 2025. Program ini bertujuan mengembangkan potensi dan keterampilan anak-anak panti melalui kegiatan mentoring dan pelatihan yang terstruktur.
Mahasiswa berperan sebagai mentor untuk memberikan pendampingan akademik, pelatihan soft skills, serta keterampilan praktis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi belajar, kepercayaan diri, serta kemampuan peserta dalam berkomunikasi dan bekerja sama. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan bagi anak panti asuhan.
Panti Asuhan Al-Mubarokah merupakan lembaga sosial yang menaungi anak-anak dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan pendidikan. Anak panti seringkali menghadapi keterbatasan fasilitas belajar sehingga memerlukan pendampingan tambahan melalui program edukatif. Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa menyelenggarakan kegiatan PKM berupa mentoring dan pelatihan untuk mendukung perkembangan potensi diri anak panti.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 9 November 2025 ini bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan hidup, serta memberi pengalaman belajar baru yang dapat menumbuhkan motivasi dan rasa percaya diri pada anak-anak panti.
Hasil observasi awal menunjukkan bahwa:
- Anak-anak memiliki motivasi belajar yang baik.
- Fasilitas belajar masih terbatas.
- Sebagian anak kurang percaya diri saat berkomunikasi.
- Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan mentoring dan pelatihan.
Melihat kondisi tersebut, penting adanya pelatihan yang tidak hanya memberikan teori tetapi juga praktik langsung agar remaja mampu mengatur diri mereka secara mandiri.
PKM ini dilaksanakan dengan tujuan untuk:
- Mengembangkan potensi belajar dan minat akademik anak-anak Panti Asuhan Al-Mubarokah.
- Meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan manajemen waktu melalui pelatihan soft skills.
- Memberikan pelatihan keterampilan praktis seperti komputer dasar, kreativitas seni, dan kerajinan.
- Mendorong kepercayaan diri anak melalui kegiatan mentoring individual dan kelompok.Mendorong peningkatan fokus, disiplin, dan produktivitas belajar.
Kegiatan ini diikuti oleh remaja berusia 12–18 tahun yang tinggal di Panti Asuhan Pondok Cabe. Peserta terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan latar belakang pendidikan berbeda, mulai dari tingkat SMP hingga SMA.
Karakteristik peserta yang beragam menuntut pendekatan pelatihan yang fleksibel, komunikatif, dan mudah dipahami, sehingga setiap individu dapat memperoleh manfaat optimal.
Pelatihan disusun dalam beberapa sesi yang interaktif dan aplikatif. Adapun metode yang digunakan meliputi:
Penyampaian Materi Teoretis
Pada tahap ini, pemateri memberikan penjelasan mengenai:
- Pentingnya motivasi belajar dan disiplin dalam kegiatan sehari-hari.
- Cara berkomunikasi yang baik dan percaya diri.
- Pengembangan keterampilan dasar seperti penggunaan komputer dan kegiatan kreatif.
- Nilai-nilai positif seperti kerja sama, tanggung jawab, dan saling menghargai.Materi dipaparkan menggunakan media visual yang menarik agar remaja lebih mudah memahami isi materi.
Ice Breaking dan Aktivitas Pemantik
Kegiatan ice breaking dilakukan untuk membangun suasana nyaman dan meningkatkan keaktifan peserta. Permainan sederhana mengenai prioritas dan pengambilan keputusan digunakan untuk menggambarkan secara langsung bagaimana waktu dapat terbuang tanpa disadari.
Latihan Menulis hobi nya masing-masing (Metode Eisenhower Matrix) Peserta diminta mencatat semua hobi yang biasa mereka lakukan.
Hasil Observasi
- Observasi dan Identifikasi Kebutuhan Tim mahasiswa melakukan asesmen awal untuk mengetahui kebutuhan belajar dan potensi yang bisa dikembangkan.
- Mentoring Akademik Kegiatan berupa bimbingan belajar, latihan soal, dan diskusi kelompok sesuai tingkat pendidikan anak panti.
- Pelatihan Soft Skills Pelatihan meliputi public speaking, kerja sama tim, pengendalian diri, serta motivasi belajar.
- Evaluasi dan Refleksi Dilakukan pre–post activity, sesi tanya jawab, dan penilaian sederhana untuk melihat perkembangan peserta.Latihan ini membantu remaja memahami bahwa tidak semua aktivitas perlu mendapatkan porsi waktu yang sama.
Hasil dan Dampak Kegiatan:
Pelaksanaan PKM memberikan dampak signifikan bagi peserta, baik secara akademik maupun personal. Berdasarkan pengamatan dan umpan balik peserta:
- Anak-anak lebih memahami materi yang diberikan melalui mentoring dan pelatihan.
- Kepercayaan diri peserta meningkat, terutama dalam berbicara dan bekerja sama.
- Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dan lebih aktif mengikuti kegiatan.
- Keterampilan dasar seperti komunikasi, kreativitas, dan penggunaan komputer mulai berkembang.
- Hubungan positif antara mahasiswa dan anak panti terbentuk sehingga suasana belajar lebih nyaman dan efektif.
Tantangan yang Dihadapi
- Perbedaan tingkat kemampuan belajar anak-anak sehingga membutuhkan metode pengajaran yang berbeda.
- Keterbatasan fasilitas belajar seperti alat tulis dan perangkat teknologi.
- Waktu pelaksanaan yang terbatas sehingga materi tidak dapat disampaikan secara lebih mendalam.
- Beberapa anak masih kurang fokus dan mudah terdistraksi saat kegiatan berlangsung.
- Rasa malu dan kurang percaya diri pada sebagian peserta sehingga perlu pendekatan lebih personal.Namun, tantangan ini dapat diatasi melalui pendekatan interaktif, penjelasan sederhana, serta contoh konkret yang relevan dengan kehidupan peserta.
Penulis:
1. Gita Herpiana
2. Dian Rihadatul Aisy
3. Haya Almira Fajri
4. Zalva Desmalia Putri
5. Tri wahyuni
Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Pamulang







