TANGERANG SELATAN – Penyakit saraf seperti stroke, gangguan daya ingat, hingga kerusakan saraf yang selama ini identik dengan kelompok usia lanjut kini dilaporkan semakin banyak terjadi pada usia muda. Sejumlah rumah sakit mencatat peningkatan kasus penyakit neurologis pada kelompok dewasa muda, termasuk usia 20-an hingga 30-an.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan dokter saraf dan pakar kesehatan masyarakat. Ahli neurologi Dr. Deep Das menyebut gaya hidup modern sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya penyakit saraf pada usia muda.
“Gaya hidup modern mempercepat penuaan otak,” kata Deep Das, dikutip dari India Today,
Menurutnya, sejumlah kebiasaan seperti jam kerja panjang, stres berkepanjangan, kurang tidur, pola makan tidak sehat, minim aktivitas fisik, serta paparan layar digital berlebihan berdampak langsung pada kesehatan otak dan pembuluh darah.
“Kebiasaan-kebiasaan ini merusak kesehatan otak dan pembuluh darah secara perlahan. Dampaknya sering kali tidak disadari hingga muncul kondisi yang serius,” ujarnya.
Das menjelaskan stres kronis dan kurang tidur menjadi dua pemicu utama penuaan dini otak. Tuntutan kerja tinggi dan konektivitas digital tanpa jeda membuat otak kehilangan waktu untuk beristirahat dan melakukan proses pemulihan.
Selain itu, gaya hidup sedentari atau kurang bergerak turut menghambat aliran darah ke otak. Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak juga memicu peradangan yang dalam jangka panjang dapat berdampak pada gangguan memori, konsentrasi, serta fungsi kognitif secara keseluruhan.
Untuk menekan risiko kerusakan neurologis jangka panjang, Das menekankan pentingnya skrining kesehatan sejak dini serta perubahan gaya hidup. Pemeriksaan rutin tekanan darah dan kadar gula, olahraga teratur, pola makan seimbang, manajemen stres, serta tidur yang cukup dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan otak.
“Meningkatnya penyakit saraf pada usia muda merupakan peringatan serius. Perlindungan kesehatan otak harus dimulai sejak dini, sebelum gejala berat muncul,” pungkasnya.







