• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Bigorexia Mengintai Remaja Laki-Laki, Orangtua Diminta Lebih Waspada

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Desember 17, 2025
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Bigorexia Mengintai Remaja Laki-Laki, Orangtua Diminta Lebih Waspada
72
SHARES
160
VIEWS

TANGERANG SELATAN – Saat ini, muncul kondisi yang mengkhawatirkan di kalangan remaja laki-laki dan perlu mendapat perhatian serius dari para orang tua. Kondisi tersebut dikenal sebagai bigorexia, sebuah gangguan psikologis yang berkaitan dengan obsesi berlebihan terhadap ukuran dan bentuk tubuh.

Bigorexia merupakan jenis gangguan dismorfik tubuh, di mana penderitanya memiliki pandangan negatif terhadap tubuh sendiri, khususnya terkait ukuran otot dan penampilan fisik.

Bigorexia adalah kondisi psikologis dengan citra diri yang terdistorsi, yang secara spesifik berfokus pada ukuran otot dan penampilan fisik,” ujar terapis gangguan makan bersertifikat, Kara Backer, dikutip dari HuffPost.

Individu yang mengalami bigorexia kerap merasa tubuhnya tidak cukup berotot, meskipun secara fisik sudah terlihat kekar. Perasaan ini kemudian memicu berbagai perilaku tidak sehat.

BACA JUGA :  Alasan Anies Baswedan Berikan Skor 11 dari 100 Untuk Kemenhan

“Keyakinan tersebut dapat mendorong perilaku yang tidak sehat, termasuk olahraga secara obsesif dan perubahan pola makan yang ekstrem,” jelas psikolog klinis Amy Gooding.

Gangguan ini sebenarnya dapat dialami siapa saja, namun belakangan lebih sering ditemukan pada laki-laki, terutama remaja. Sebuah studi mencatat, sekitar 22 persen remaja laki-laki terlibat dalam perilaku makan tidak teratur yang berorientasi pada pembentukan otot.

Dalam upaya mencapai tubuh ideal versi mereka, sebagian remaja melakukan berbagai cara, mulai dari mengonsumsi suplemen secara berlebihan, mengubah pola makan secara ekstrem, hingga menggunakan steroid—praktik yang kini semakin sering ditemukan.

Bigorexia dipengaruhi oleh beragam faktor, seperti aspek biologis, psikologis, dan sosial budaya. Riwayat keluarga dengan gangguan kesehatan mental, terutama yang berkaitan dengan citra tubuh dan kecemasan, serta rendahnya harga diri, juga dapat meningkatkan risiko. Paparan konten media sosial yang menonjolkan tubuh berotot secara berlebihan turut menjadi pemicu.

BACA JUGA :  Pakar Ini Bongkar Akar Masalah Kerusuhan PIK 2

Penanganan bigorexia masih menghadapi banyak tantangan karena kondisi ini belum banyak dikenali. Penderitanya pun sering kesulitan untuk terbuka dan meminta bantuan.

“Mereka yang berjuang dengan kondisi ini kerap ragu mencari pertolongan karena rasa malu, keinginan merahasiakan, atau karena perilaku tersebut dianggap normal di lingkungan mereka,” ungkap dokter spesialis anak, Jason Nagata.

Karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam pencegahan dan penanganan bigorexia pada remaja. Upaya tersebut dapat dimulai dengan membatasi penggunaan media sosial, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.

“Batasi konsumsi media sosial sebisa mungkin. Dengarkan apa yang mereka sampaikan, bagaimana mereka menafsirkan apa yang dilihat, dan pastikan mereka memahami bahwa tidak semua yang ada di media sosial mencerminkan kenyataan,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Posisi Harun Masiku Terendus KPK, Lokasinya Bukan di Indonesia
Tags: BigorexiaRemaja laki-laki
Previous Post

Pemkot Tangsel Bangun Infrastruktur SMPN 20, Wujudkan Sekolah Nyaman dan Representatif

Next Post

BRI Siapkan Rp21 Triliun untuk Memenuhi Kebutuhan Transaksi Masyarakat di Periode Libur Nataru

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
BRI Siapkan Rp21 Triliun untuk Memenuhi Kebutuhan Transaksi Masyarakat di Periode Libur Nataru

BRI Siapkan Rp21 Triliun untuk Memenuhi Kebutuhan Transaksi Masyarakat di Periode Libur Nataru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com