• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home TANGERANG RAYA

Pakar Ini Bongkar Akar Masalah Kerusuhan PIK 2

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
November 10, 2024
in NEWS, REGIONAL, TANGERANG RAYA
Reading Time: 2min read
Riko Noviantoro

Peneliti Kebijakan Publik IDP-LP Riko Noviantoro. Foto: Tangselxpress.com

342
SHARES
10.7k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Rusuh yang terjadi di Pantai Indah Kosambi (PIK) Tangerang membuat prihatin banyak pihak. Selain mengakibatkan kerugian material yang cukup banyak, rusuh itu juga menyebabkan korban luka baik di pihak warga maupun aparat Kepolisian.

Peneliti kebijakan publik IDP-LP Riko Noviantoro menilai, ada empat faktor yang menjadi akar masalah kekisruhan yang terjadi di PIK 2.

Keempat faktor itu, yang pertama adalah penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang otoritatif presiden. “Padahal PSN program yang juga didanai negara. Sepatunya penetapan PSN melibatkan DPR,” kata Riko Noviantoro.

Yang kedua adalah PSN yang dituangkan melalui Keppres juga menjadi tidak relevan. Menurut Riko, sepatutnya PSN dituangkan pula dalam UU RPJPN. Harapannya, agar PSN memiliki dasar regulasi yang berkelanjutan.

Kemudian yang ketiga adalah, secara makro sudah mendesak UU Kepresidenan sebagai bagian dari membatasi kewenangan Presiden yang berlebihan.

BACA JUGA :  Ridwan Kamil: Jenazah Eril Akan Dimakamkan Senin Depan

“Yang keempat, saya kira kebijakan PSN yang otoritatif pada presiden memiliki celah rent seeking dan transaksional Presiden dengan sekelompok pengusaha. Atas dasar itu, sepatutnya DPR mengkoreksi semua kebijakan PSN,” tandas Riko.

Riko yang juga pernah menjadi jurnalias Jawa Pos grup itu mengingatkan, kasus serupa juga terjadi di Rempang beberapa waktu lalu. “Empat faktor itu semua bekerja pada PSN yang perlu segera diluruskan,” katanya.

Terkait kasus yang terjadi, Riko menilai sampai saat ini blm ada argumentasi memadai dan kajian teknokratis yang diberikan Presiden. “Seingat saya ada 143 PSN sejak era SBY,” kata dia.

Menurutnya, tidak elok memisahkan PIK dan BSD yang masuk dalam PSN dengan proyek PSN lainnya karena PSN ada dalam satu kebijakan Presiden.

Kendati begitu, kata Riko, ada titik krusial pada kasus PIK yang nanti bisa saja merembet pada BSD suatu hari nanti.

BACA JUGA :  Peneliti IDP-LP Sarankan Presiden Ambil Tiga Langkah Strategis Hadapi Situasi Sosial Politik

“Lalu, apa urgensi Presiden pilih PIK sebagai program PSN? Padahal PSN disiapkan sebagai kebijakan yang mendorong ekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan. Maka ada pertanyaan lanjutan, apakah PIK punya perna bagi ekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan?,” tanya Riko.

“Jawabnya pasti TIDAK. Sejak awal PIK itu proyek private. Milik Agung Sedayu sabagai bisnis properti. Jadi tidak ada alasan kuat menajadikan proyek private sebagai Proyek Nasional,” tambah dia.

Riko melihat, sampai hari ini tidak ada argumentasi ilmiah perubahan proyek private jadi proyek nasional. Tidak tepat ada politik keberpihakan pada PIK 2.

“Tidak ada alasan an sich konglomerat itu dibela negara. Jika memang diperlukan kebersihan negara bisa pada relaksasi pajak dll. Bukan pembangunan PIK sekehendak pengembang,” kata dia.

Riko juga mendesak, jika PIK dipaksa harus PSN, maka berikan landscape tata ruang yang memiliki keberpihakan pada kepentingan rakyat. “Apakah ada kawasan bagi UMKM dll? Sejauh ini saya melihat bahwa jawabannya adalah tidak,” katanya.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi MBG Terus Berjalan, Kejagung Sudah Periksa Lebih dari 50 Saksi

Menurutnya, yang terjadi adalah sejak awal PIK disiapkan bagi komunitas superkaya. Jika begitu, kata dia, untuk apa negara bantu kelompok superkaya, padahal tidak ada rasionalitas yang memadai terhadap PIK jadi PSN.

“Jika belajar pd Proyek Pondok Indah tahun 80 an, bisa dilihat bagaimana Presiden Soeharto menjaga keseimbangan alam dominasi Ciputra dengan rakyat. Selain itu pula sebagian tanah Pondok Indah saat itu adalah perkebunan. Artinya ada perna negara jaga kepentingan rakyat terhadap tanahnya,” jelasnya.

“Beda dengan kasus PIK yang mayoritas adalah tenah hunian warga. Dipaksa harus pindah. Ada penggusuran dll. Sudah wktnya DPR panggil kementerian terkait. Untuk melindungi kepemilikan rakyat,” katanya.

Tags: idp lppik 2psnriko noviantoro
Previous Post

SuperApp BYOND by BSI Resmi Diluncurkan!

Next Post

KCIC Kembali Beroperasi Imbas Benda Asing Berhasil Dievakuasi

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
KCIC Kembali Beroperasi Imbas Benda Asing Berhasil Dievakuasi

KCIC Kembali Beroperasi Imbas Benda Asing Berhasil Dievakuasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com