TANGERANG SELATAN – Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, berada dalam kondisi darurat sampah. Tumpukan sampah menggunung terlihat di sepanjang jalan hingga area pasar di kawasan Ciputat dan Serpong, Minggu, 14 Desember 2025. Pemandangan serupa juga tampak di depan Puskesmas Serpong.
Penumpukan sampah diduga terjadi akibat terhentinya pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang hampir sepekan terakhir. Akibatnya, sampah tidak terangkut dan menumpuk di berbagai titik.
Kondisi tersebut merusak pemandangan, menimbulkan bau menyengat, serta mengganggu aktivitas warga. Pedagang pasar, pasien Puskesmas Serpong, hingga pengguna jalan turut terdampak. Di beberapa lokasi dengan arus lalu lintas padat, tumpukan sampah bahkan membahayakan pengendara.
Kusno, seorang pengemudi ojek pangkalan di Ciputat, mengatakan sampah sudah lima hari tidak diangkut petugas. Padahal sebelumnya pengangkutan sampah dilakukan secara rutin setiap hari.
“Biasanya jam 10 atau jam 11 siang sampah sudah bersih. Selama saya narik ojek di sini, baru kali ini sampah tidak diangkut sama sekali,” ujar Kusno dikutip Minggu, 14 Desember 2025.
Ia mengaku mendengar informasi bahwa TPA Cipeucang di wilayah Serpong ditutup atau disegel, sehingga armada pengangkut sampah tidak dapat membuang sampah seperti biasa.
“Sampah menumpuk dikarenakan TPA Cipeucang ditutup,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penutupan sementara TPA Cipeucang maupun langkah penanganan sampah yang menumpuk di sejumlah titik di Ciputat dan Serpong.







