TANGERANG – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parung Serab, Rayhan Imam, memberikan klarifikasi terkait viralnya paket Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi buah nanas utuh di SDN Peninggalan, Kota Tangerang. Menu tersebut menjadi perbincangan publik karena dinilai tidak praktis untuk dikonsumsi siswa di sekolah.
Rayhan menjelaskan bahwa pada pekan tersebut pihaknya menerapkan konsep menu kering karena sudah memasuki masa libur sekolah. Banyak siswa pulang lebih cepat, sehingga jenis makanan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi tersebut.
“Biasanya kalau hari normal kita pakai food tray atau ompreng. Namun karena sudah masuk liburan dan banyak siswa pulang cepat, menunya disesuaikan menjadi menu kering,” ujar Rayhan, dikutip Selasa, 9 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa paket untuk hari Selasa dan Rabu dibagikan sekaligus (dirapel), sehingga perhitungan gizi juga disesuaikan, termasuk pemilihan buah. Nanas diberikan dalam kondisi utuh agar dapat dipotong dan disajikan oleh orang tua di rumah.
“Buah itu utuh karena harapannya bisa dipotong dan disajikan di rumah. Kalau dipotong dari sekolah, dikhawatirkan tidak akan fresh selama perjalanan,” jelasnya.
Rayhan menegaskan pemilihan nanas telah melalui pertimbangan gizi. Selain kaya vitamin C, nanas memiliki kandungan serat yang baik untuk anak-anak.
“Memang mungkin nanas masih asing bagi sebagian anak, tapi kami ingin memperkenalkan buah lokal yang sehat dan menjadi variasi dalam menu,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat berkoordinasi dengan pemasok, banyak buah lain yang kualitasnya menurun akibat cuaca hujan. Karena itu, nanas menjadi opsi yang dinilai paling baik dan layak untuk diberikan.
Pihak SPPG berharap penjelasan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pertimbangan penyusunan menu MBG selama masa liburan sekolah.
Sebelumnya, viral di media sosial paket MBG yang dibagikan di SDN Peninggalan berisi buah nanas utuh. Orang tua murid mengaku terkejut melihat nanas yang belum dikupas berada dalam satu paket bersama roti tawar, keju, dan susu kotak.







