TANGERANG SELATAN – Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan penurunan kepadatan serta kualitas tulang, sehingga menjadi lemah, rapuh, dan mudah patah. Penyakit ini kerap berkembang secara perlahan tanpa gejala jelas di awal, sehingga banyak orang tidak menyadarinya.
Jika tidak segera ditangani, osteoporosis dapat menimbulkan komplikasi serius yang memengaruhi kualitas hidup. Karena itu, penting mengenali tanda-tanda awal berikut agar pencegahan bisa dilakukan sejak dini:
1. Nyeri punggung yang tidak kunjung hilang
Menurut WebMD, nyeri punggung akibat osteoporosis bukan sekadar pegal biasa. Kondisi ini terjadi karena tulang punggung melemah atau bahkan retak, terutama di bagian tulang belakang. Rasa sakitnya cenderung dalam dan menetap, berbeda dengan nyeri otot yang mereda setelah istirahat. Jika keluhan semakin mengganggu aktivitas, segera periksakan diri ke dokter.
2. Postur tubuh membungkuk
Osteoporosis dapat menyebabkan patah kompresi pada tulang belakang yang membuat tubuh membungkuk ke depan. Kondisi ini dikenal sebagai kifosis, ditandai bahu yang tampak maju dan punggung atas melengkung. Selain memengaruhi penampilan, postur membungkuk juga bisa mengganggu keseimbangan, menimbulkan rasa tidak nyaman, dan membatasi pergerakan.
3. Sesak napas tanpa sebab jelas
Kerusakan parah pada tulang belakang akibat osteoporosis dapat mempersempit ruang di area dada, sehingga paru-paru tidak mengembang maksimal. Akibatnya, penderitanya sering merasa sesak napas, cepat lelah, atau sulit bernapas tanpa penyebab yang jelas. Jika mengalami gejala ini, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
4. Genggaman tangan melemah
Osteoporosis tidak hanya memengaruhi tulang, tetapi juga otot yang berhubungan dengan stabilitas tubuh. Salah satu tandanya adalah melemahnya kekuatan genggaman, misalnya kesulitan memegang benda dengan erat atau tangan cepat terasa lelah. Kekuatan genggaman yang menurun juga meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang.







