• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Dokter Hewan

admin by admin
Agustus 29, 2025
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
DISWAY: Dokter Hewan

Foto: Disway

71
SHARES
158
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

 

YANG terakhir bertemu drh Yuda adalah istri saya: bulan lalu. Sebelum dia berangkat saya berpesan pada istri: jangan bertanya apa pun soal kesehatan. Kasihan beliau. Bisa dianggap melanggar hukum: dokter hewan kok mendiagnosis manusia.

Dokter hewan Yuda sendiri tidak pernah mau menjawab pertanyaan orang yang datang. Apalagi kalau yang datang ke rumahnya itu mengeluhkan sakitnya. Agar diobati. Yuda pasti tidak mau melayani. Ia tahu itu melanggar hukum.

Pesan saya yang lain: jangan kaget kalau bertemu sosok Yuda. Jangan lihat penampilan fisiknya. Apalagi caranya berpakaian. Orangnya nyentrik. Berpakaian asal-asalan. Seperti seorang petani yang baru pulang dari tegalan. Jangan kaget pula kalau orangnya hanya pakai sandal.

Begitulah pengalaman saya bertemu dengannya. Di rumahnya. Di Magelang. Tiga tahun lalu.

Rumah itu masih terbilang di dalam kota. Bukan rumah yang mentereng. Terkesan rumah biasa yang kurang terawat.

Dari Magelang istri saya mengirim WA: “Sudah berubah. Pak Yuda cukup rapi. Pakai sepatu,” kata istri saya. “Beliau baru tiba dari kampus UGM. Selesai mengajar langsung ke Magelang,” ceritanyi.

Sesuai dengan pesan saya, istri tidak bertanya soal kesehatan. Tidak pula menyampaikan keluhan tentang diabetesnyi. Istri menyampaikan salam saya. Lalu ngobrol soal keluarga.

Setelah basa-basi seadanya istri menyampaikan niatnyi membeli skretum. Satu ampul disuntikkan di rumah Yuda itu. Lalu membeli delapan ampul lagi. Dibawa pulang. Empat untuk disuntikkan ke dirinyi sendiri. Empat lagi untuk saya. Memang ada yang bisa menyuntikkan skretum itu di rumah saya.

BACA JUGA :  PMI Tangsel Umumkan Jadwal Donor Darah Terbaru, Cek Lokasinya

“Bawa uang berapa?” tanya istri sebelum berangkat.

“Bawa saja Rp 2,5 juta dikalikan delapan,” jawab saya.

Begitu meninggalkan rumah Yuda istri kirim WA: “harganya sudah naik. Jadi Rp 3 juta per ampul”.

Di rumah, istri mendapat suntikan skretum itu seminggu sekali. Saya tidak pernah melihatnya. Kebetulan saya sedang pergi ke Beijing. Agak lama.

Pulang dari Beijing saya dapat ultimatum dari istri. “Sisa yang empat ampul untuk saya lagi saja semua,” ujar istri. Saya pun mengalah –atau lebih tepatnya: takut menolak.

Saya ingat waktu kali pertama ke rumah drh Yuda. Desember 2022. Saya ke sana karena mendengar banyak orang menyatakan sembuh setelah disuntik skretum drh Yuda. Ketika saya tiba di rumah itu memang benar. Sekitar 12 orang antre untuk menerima suntikan.

Saya pun ingin mencobanya. Lalu disuntik di pantat. Setelah itu saya tidak tahu apa khasiatnya. Saya tidak merasakan apa-apa. Itu karena saya memang tidak punya keluhan soal kesehatan. Yang jelas saya juga tidak mengalami dampak negatif apa pun (baca Disway 12 Desember 2022).

Apakah saya bodoh bin tolol? Saya tidak tahu. Mungkin. Setidaknya saya tidak keberatan kalau ada orang yang mengatakan saya tolol. Apalagi kalau yang mengatakan itu orang cerdik pandai –berpendidikan tinggi pula. Yang sudah pasti: saya lebih tolol dari yang mengatakan. Itu pasti.

BACA JUGA :  DISWAY: Dua Dolar

Saya hanya mengagumi ilmuwan. Dengan cara tolol. Siapa pun ilmuwan itu. Termasuk mengagumi drh Yuda. Bahwa ia seorang dokter hewan apa salahnya jadi dokter hewan –apalagi kemudian menjadi ilmuwan di bidang riset sel.

Kehebatan drh Yuda di bidang riset sudah diakui di luar negeri. Di Korea Selatan. Ia sampai tergabung dalam tim riset kloning hewan di sana. Tidak mudah menjadi tim riset di Korsel. Risetnya pun di bidang kloning hewan. Apalagi proyek kloning itu berhasil. Terwujud. Ada hewan beneran yang bisa dibuat tanpa proses hubungan jantan-betina.

Tapi yang didalami drh Yuda kan sel hewan? Bukan sel manusia?

Tentu. Itu pertanyaan yang tidak salah. Tapi dalam hal sel, apa bedanya sel manusia dan hewan secara ilmu pengetahuan?

Maka tidak ayal bila banyak ahli stemcell berlatar belakang dokter hewan.

Apakah drh Yuda salah? Sehingga ada berita ia ditangkap polisi tiga hari lalu? Saya tidak tahu.

Saya yakin, kalau pun ia dianggap bersalah, itu lantaran ia dianggap melanggar peraturan yang berlaku. Seperti dulu. Ia juga pernah ditangkap. Ditahan. Di urusan yang sama. Lalu bebas.

Setelah itu drh Yuda sebenarnya sudah lebih hati-hati. Misalnya tidak mau melayani pertanyaan orang yang datang. Ia jualan skretum. Kalau ada yang membeli dilayani.

Mungkin ia dianggap salah karena belum punya izin usaha perdagangan skretum. Saya tidak tahu.

Sebagai ilmuwan yang berdagang, drh Yuda kalah pintar dengan Prof Dr Dwi Andreas Santosa. Ia ilmuwan benih tanaman pangan. Prof Dwi menemukan benih unggul padi. Tapi tidak boleh menjual benih unggul temuannya. Guru besar IPB itu terkena masalah. Tidak punya izin benih.

BACA JUGA :  DISWAY: Nasib Kakak

Akhirnya Prof Andreas cari jalan memutar: ia membentuk koperasi benih. Banyak petani menjadi anggota Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI).

Benih unggul itu pun tidak dijual kepada umum. Tapi dijual kepada anggota sendiri. Anggotanya kini sudah lebih 6.000 orang. Semua menggunakan benih unggul yang melanggar peraturan itu. Tapi karena hanya dijual ke anggota sendiri, ibaratnya itu hanya urusan internal organisasi.

Kini AB2TI berkembang pesat. Sudah membangun pabrik penggilingan padi sendiri. Pabrik kedua didirikan bulan lalu di Bojonegoro, Jatim.

Mungkinkah cara ”memutar” Prof Andreas ditiru ilmuwan lain seperti drh Yuda?

Saya tidak tahu seberapa serius pelanggaran yang dilakukan drh Yuda. Jangan-jangan drh Yuda justru bisa jadi ”martir” kecil-kecilan. Yakni berkat pengorbanannya akan banyak peraturan yang diubah.

Media, umumnya menulis drh Yuda menjalankan praktik stemcell. Rasanya Yuda tidak pernah melakukan stemcell. Ia hanya menjual skretum.

Saya sebenarnya tahu apa beda stemcell dan skretum. Saya menjalani dua-duanya. Berulang kali. Tapi biarlah yang ahli yang menjelaskannya.

Dua-duanya –stemcell dan skretum– memang belum diakui secara kedoketran. Tapi dua-duanya dipraktikkan secara luas. Kian luas. Luas sekali. Lebih luas dari sejuta daun kelor yang dijadikan satu. (*)

Tags: dahlan iskandiswaydokter hewandrh yudaUGM
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Hujan Ringan

Next Post

Transjakarta Hentikan dan Alihkan Sejumlah Rute Imbas Kondisi Mencekam di Kwitang

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
13 Rute TransJakarta bakal Dialihkan saat Malam Tahun Baru, Mana Saja?

Transjakarta Hentikan dan Alihkan Sejumlah Rute Imbas Kondisi Mencekam di Kwitang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com