TANGERANG SELATAN – Di tengah perbincangan hangat mengenai kewajiban royalti musik yang membayangi para pemilik kafe dan restoran, sebuah inisiatif cerdas muncul dari Kopi Bolank, kafe kopi lokal yang berlokasi di Tangerang Selatan.
Alih-alih memutar musik digital yang memerlukan biaya lisensi, Kopi Bolank kini mengubah model operasionalnya menjadi sebuah panggung hidup untuk musisi-musisi lokal.
Inisiatif ini bukan hanya sekadar siasat untuk menghindari biaya royalti, melainkan sebuah terobosan yang menciptakan ekosistem saling menguntungkan.
Kafe ini mengundang berbagai band dan musisi lokal untuk tampil secara langsung, mengisi ruang kafe dengan lantunan musik orisinal yang bervariasi.
Pengunjung Kopi Bolank kini tidak hanya datang untuk menikmati secangkir kopi andalan, tetapi juga disuguhkan dengan pengalaman auditif yang otentik, membentang dari genre akustik yang menenangkan, pop yang energik, hingga jazz yang penuh improvisasi.
“Jujur, awalnya saya cuma mau ngopi siang, tapi sekarang jadi sering ke sini malam karena suasananya beda. Ada live musik Jadi ngga cuma ngopi, tapi juga dapat hiburan berkualitas,” ungkap Abu, seorang mahasiswa kepada Tangselxpress, Selasa (5/8/2025).
Langkah ini menunjukkan bahwa Kopi Bolank tidak hanya berfokus pada bisnis kopi, tetapi juga memiliki visi untuk menjadi pusat komunitas yang mendukung pertumbuhan industri kreatif.
Dengan memberikan ruang dan platform bagi talenta muda, kafe ini telah berhasil menciptakan sebuah sinergi positif yang menginspirasi.
Diharapkan, model bisnis kreatif seperti yang diterapkan oleh Kopi Bolank dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain di Tangerang Selatan dan sekitarnya untuk ikut serta mendukung musisi lokal.







