• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Berapa Kali Aturan Normal Buang Air Besar Setiap Hari? Pakar Bilang Begini

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Juli 18, 2025
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Berapa Kali Aturan Normal Buang Air Besar Setiap Hari? Pakar Bilang Begini
355
SHARES
3.8k
VIEWS

TANGSEL – Buang air besar (BAB) adalah hal krusial yang umumnya dilakukan setiap pagi. Namun, nyatanya frekuensi BAB setiap orang sangatlah bervariasi. Bahkan masih banyak orang yang menganggap frekuensi normal adalah satu kali dalam sehari.

Namun, sebuah penelitian dari Institute for Systems Biology (ISB) mengungkapkan bahwa BAB normal dan paling sehat justru ada di antara satu hingga tiga kali sehari. Temuan ini memperluas pemahaman kita tentang pentingnya frekuensi BAB terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dilansir dari laman resmi Institute for Systems Biology, para peneliti ISB menganalisis data dari lebih dari 1.400 orang dewasa sehat yang dicatatakan dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Cell Reports Medicine

Data tersebut meliputi informasi klinis, gaya hidup, genetika, serta mikrobioma usus. Hasilnya, ditemukan bahwa frekuensi BAB yang terlalu jarang (sembelit) maupun terlalu sering (diare) memiliki kaitan erat dengan risiko gangguan organ, seperti ginjal dan hati.

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca Tangsel 4 Juli 2026: Cerah Seharian, Suhu Capai 35 Derajat Celsius

Para peneliti membagi frekuensi BAB peserta ke dalam empat kelompok:

– Sembelit: 1–2 kali per minggu

– Rendah-normal: 3–6 kali per minggu

– Tinggi-normal: 1–3 kali per hari

– Diare: Lebih dari 3 kali per hari dengan BAB yang encer

Dari hasil analisis tersebut, ditemukan bahwa kategori ‘tinggi-normal’, yakni antara 1 hingga 2 kali BAB per hari, merupakan zona yang paling sehat. Para peneliti menyebutnya sebagai “zona Goldilocks”, yakni tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak, sehingga pas dalam jumlah serta frekuensinya.

“Jika tinja terlalu lama berada di usus, mikroba akan menghabiskan semua serat makanan yang tersedia dan mulai memfermentasi protein. Proses ini menghasilkan racun yang dapat masuk ke dalam aliran darah dan berisiko merusak organ,” jelas Johannes Johnson-Martinez, ahli bioteknologi di ISB dan peneliti utama studi ini.

BACA JUGA :  KBRI Tokyo Pastikan 11 Ribu WNI di Wilayah Gempa Jepang dalam Kondisi Aman

Mikroba pengolah serat yang menguntungkan, seperti Bifidobacterium dan Faecalibacterium, cenderung tumbuh subur di kelompok dengan frekuensi BAB 1–2 kali per hari.

Sementara itu, mereka yang mengalami konstipasi atau diare justru menunjukkan dominasi mikroba yang kurang menguntungkan. Hal ini dapat menghasilkan zat berbahaya seperti p-cresol-sulfate dan indoxyl-sulfate, dua senyawa yang berkaitan dengan kerusakan ginjal.

Studi ini juga mengungkapkan tingginya kadar senyawa indoxyl-sulfate dalam darah sangat berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal. Bahkan, pada individu yang masih tergolong sehat secara klinis, sembelit terbukti dapat memicu munculnya zat racun dalam tubuh sebelum gejala penyakit muncul.

“Sembelit kronis sebelumnya telah dikaitkan dengan gangguan neurodegeneratif dan penyakit ginjal kronis. Tapi sekarang kami bisa menunjukkan tanda-tanda kerusakan organ bisa muncul lebih awal, hanya dari frekuensi BAB yang tidak ideal,” ujar Dr. Sean Gibbons, peneliti senior ISB.

BACA JUGA :  Irjen Ferdy Sambo Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Kematian Brigadir J

Selain itu, ditemukan pula hubungan antara riwayat kecemasan atau depresi dengan frekuensi BAB yang menyimpang. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental juga berperan dalam sistem pencernaan.

Studi ini menyarankan bahwa untuk mencapai frekuensi BAB yang ideal, seseorang sebaiknya menjaga pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat (sayur, buah, biji-bijian), minum air putih yang cukup selama setiap hari, hingga aktif bergerak atau berolahraga secara teratur.

“Temuan ini menegaskan bahwa frekuensi BAB tidak hanya soal kenyamanan pencernaan, tapi merupakan indikator penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan,” tambah Gibbons.

“Mengelola frekuensi buang air besar, bahkan pada orang yang sehat dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah penyakit kronis dan menjaga keseimbangan fungsi organ.” lanjutnya.

Tags: BABBuang air besar normal
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini: Berawan dan Udara Tidak Sehat

Next Post

Ini Dia Sosok di Balik Pertikaian Razman Nasution dan Hotman Paris

Related Posts

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.5k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara
DAERAH

Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara

Oktober 21, 2026
2.4k
Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut
ADVERTORIAL

Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut

Oktober 21, 2026
2.5k
Next Post
Ini Dia Sosok di Balik Pertikaian Razman Nasution dan Hotman Paris

Ini Dia Sosok di Balik Pertikaian Razman Nasution dan Hotman Paris

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com