• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Senin, 20 April, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Terkecoh Diskon? Ekonomi Perilaku Ungkap Alasan di Balik Belanja Impulsif

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Juli 1, 2025
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Terkecoh Diskon? Ekonomi Perilaku Ungkap Alasan di Balik Belanja Impulsif
333
SHARES
3.1k
VIEWS

DI era digital ini, perilaku belanja masyarakat mengalami transformasi signifikan.  Dengan hanya beberapa ketukan di layar smartphone, kita dapat membeli berbagai kebutuhan mulai dari pakaian, makanan, hingga gadget terbaru.  Namun, di balik kemudahan ini, muncul fenomena menarik: banyak orang mengeluhkan pengeluaran yang membengkak meskipun merasa telah berhati-hati. 

Mengapa kita sering bertindak tidak rasional dalam mengatur keuangan?  Jawabannya dapat ditemukan dalam cabang ilmu ekonomi modern yang disebut ekonomi perilaku (behavioral economics).

Apa Itu Ekonomi Perilaku?

Ekonomi perilaku adalah cabang ilmu ekonomi yang menggabungkan prinsip-prinsip psikologi dan ekonomi untuk memahami bagaimana individu membuat keputusan ekonomi dalam kehidupan nyata.

Berbeda dengan ekonomi klasik yang mengasumsikan bahwa manusia selalu rasional dan bertindak untuk memaksimalkan keuntungan, ekonomi perilaku mengakui bahwa keputusan manusia sering kali dipengaruhi oleh bias kognitif, emosi, dan faktor sosial (Kahneman, 2011; Thaler & Sunstein, 2008).

Daniel Kahneman menjelaskan bahwa otak kita bekerja dalam dua sistem: Sistem 1 yang cepat dan emosional, dan Sistem 2 yang lambat dan rasional. Saat belanja—apalagi saat lelah atau tergoda promo—Sistem 1 biasanya lebih dominan. Inilah sebabnya kita sering belanja impulsif.

BACA JUGA :  Meningkatkan Kemampuan Daya Berpikir Kritis Pelajar di Era Digital Saat Ini

Bias Psikologis Saat Belanja:

  • Efek Diskon dan Promo

Siapa yang nggak tergoda lihat label “Diskon 70%”? Padahal, barang itu mungkin enggak benar-benar kamu butuhkan. Fenomena ini disebut anchoring bias: kita terpaku pada harga awal yang dicoret, lalu merasa harga diskonnya murah, meski belum tentu murah dibanding kebutuhan kita.

  • Fear of Missing Out (FOMO)

Saat lihat flash sale atau promo terbatas waktu, muncul rasa takut ketinggalan. Akibatnya, kita buru-buru beli tanpa mikir panjang, padahal tanpa promo pun, barang itu mungkin nggak masuk prioritas.

  • Pembenaran Emosional

Seringkali kita “menghadiahi” diri sendiri dengan belanja, misalnya habis stres ujian, habis capek kerja, atau sekadar ingin mood booster. Di sini, keputusan kita dipengaruhi emosi, bukan kebutuhan rasional.

  • Overconfidence Bias
BACA JUGA :  Dorong Jiwa Kreatif dan Sociopreneurship Remaja di Era Digital

Kita sering merasa bisa mengontrol pengeluaran (“Ah, cuma sekali ini kok”), padahal faktanya perilaku itu berulang. Rasa terlalu percaya diri ini akhirnya bikin kantong jebol.

Contoh Kasus Konsumtif

Survei McKinsey & Company (2023) menunjukkan 60% konsumen Indonesia pernah membeli secara impulsif karena promo dan iklan digital. Salah satunya Linda, pekerja kantoran yang awalnya hanya ingin beli skincare. Tapi setelah tergoda promo bundling, pengeluarannya justru dua kali lipat dari rencana. Perilaku seperti ini bisa menimbulkan tabungan menipis, utang konsumtif (paylater/kartu kredit), dan stres finansial.

Tips Agar Tidak Terkecoh:

  1. Susun Prioritas – Buat daftar kebutuhan penting agar fokus saat berbelanja
  2. Tahan 24 Jam – Jika tergoda, beri jeda waktu 24 jam sebelum memutuskan.
  3. Buat Anggaran – Tentukan batas pengeluaran bulanan dan patuhi.
  4. Kurangi Akses Aplikasi Belanja – Hapus aplikasi atau matikan notifikasi agar tidak tergoda.
  5. Bedakan Kebutuhan vs Keinginan – Tanyakan pada diri sendiri: benar-benar perlu atau cuma ingin? 
  6. Evaluasi Rutin – Tinjau belanjaan secara berkala, apakah benar-benar terpakai dan dibutuhkan?
BACA JUGA :  Sistem Pengendalian Kompensasi dan Insentif Studi Kasus PT Blue Bird Tbk

Kesimpulan: Memahami Ekonomi Perilaku, Belanja Lebih Bijak

Ekonomi perilaku mengajarkan bahwa keputusan belanja kita tidak selalu logis, tapi sering dipengaruhi emosi dan kebiasaan. Dengan memahami bias seperti anchoring dan FOMO, kita bisa mengatur pola belanja lebih bijak. Jadi, kenali jebakan psikologisnya, dan ubah pola konsumsi agar keuangan tetap sehat di tengah gempuran promo digital.

Daftar Pustaka

Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. Farrar, Straus and Giroux.
McKinsey & Company. (2023). How Indonesian Consumers Are Shaping the Future of E-Commerce. 
Thaler, R. H., & Sunstein, C. R. (2008). Nudge: Improving Decisions About Health, Wealth, and Happiness. Yale University Press.

Penulis:

Rizka Aulia Nurfadilah

Mahasiswa Akuntansi – Universitas Pamulang

Tags: Belanja ImpulsifDiskon belanjaEkonomi Perilaku
Previous Post

Lebih dari Sekadar Angka: Akuntansi adalah Jantung Bisnis

Next Post

Menimbang Nasib 6.139 PPPK Tangsel ke Depan

Related Posts

Wujudkan Pengabdian Melalui Edukasi Hukum Bahaya Hoaks dan Dampaknya bagi UMKM di Kelurahan Bakti Jaya
DUNIA KAMPUS

Wujudkan Pengabdian Melalui Edukasi Hukum Bahaya Hoaks dan Dampaknya bagi UMKM di Kelurahan Bakti Jaya

April 19, 2026
2.9k
Sosialisasi Pendidikan Tinggi Bagi Anak-Anak di Yayasan Pembangunan Masyarakat Sejahtera Kedaung
DUNIA KAMPUS

Sosialisasi Pendidikan Tinggi Bagi Anak-Anak di Yayasan Pembangunan Masyarakat Sejahtera Kedaung

April 19, 2026
2.8k
Wujudkan Kampus Inklusif, LLD UNPAM dan KONEKIN Jalin Kerja Sama Program “BERSIAP”
PENDIDIKAN

Wujudkan Kampus Inklusif, LLD UNPAM dan KONEKIN Jalin Kerja Sama Program “BERSIAP”

April 10, 2026
2.9k
Pengembangan Personal Branding Remaja Untuk Sukses Karier di Era Digital
DUNIA KAMPUS

Pengembangan Personal Branding Remaja Untuk Sukses Karier di Era Digital

April 8, 2026
2.4k
Membangun Mindset Sukses Siswa SMK dengan Manajemen Diri dan Tujuan Hidup
DUNIA KAMPUS

Membangun Mindset Sukses Siswa SMK dengan Manajemen Diri dan Tujuan Hidup

April 8, 2026
2.8k
Workshop Manajemen Diri untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja
DUNIA KAMPUS

Workshop Manajemen Diri untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja

April 8, 2026
2.9k
Next Post
PPPK Tangsel

Menimbang Nasib 6.139 PPPK Tangsel ke Depan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com