BANGKOK – Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menegaskan bahwa varian Covid-19 XEC yang diklaim dapat merebak hingga tujuh kali lipat ini belum ditemukan di Indonesia. Jadi bisa disimpulkan Indonesia masih aman dari kasus Covid-19 varian baru ini.
Ia pun juga menjelaskan bahwa situasi Covid-19 di Indonesia per pekan lalu di minggu ketiga bulan Mei kasusnya saat ini 0, diartikan tidak ada penemuan kasus Covid-19.
“Per minggu lalu kasusnya 0, sub varian KP.2.1.8 dan MB.1.1.2 (turunan Omicron) beda denga negara tetangga yang banyak JN.1 (XEC, LP.8.1),”kata Aji dikutip dari situs resmi Kemkes, Rabu, 28 Mei 2025.
“Tapi saat ini semua varian risikonya rendah, tidak timbulkan keparahan,”
Meski demikian, Aji tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Masyarakat juga disarankan mengonsumsi asupan makan bergizi agar tercipta imunitas yang sehat dan bugar.
“Istirahat cukup, aktivitas fisik rutin,” kata Aji.
Imbauan lainnya, masyarakat diminta untuk menerapkan etika batuk atau bersin dan gunakan masker jika sedang flu. Apabila merasakan sakit yang agak berat segera mendatangi fasilitas kesehatan dekat rumah.
Selain itu, bagi pelaku perjalanan ke luar negeri jika tak mendesak bisa menghindari negara-negara lain yang kini sedang tinggi kasusnya seperti Thailand, Singapura, Tiongkok.
“Kalau terpaksa harus bepergian ke luar negeri, terapkan protokol kesehatan dan ikuti ketentuan kesehatan di negara tersebut,”.
Sebelumnya diberitakan, Thailand baru-baru ini mengumumkan adanya lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19.
Dikutip dari Bangkok Post, Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mengatakan varian XEC diklaim dapat merebak hingga tujuh kali lipat dari flu biasa.
Ditemukan 53.563 kasus covid-19 yang dilaporkan di Thailand minggu lalu, dan lima kasus meninggal dunia.
Menurut Departemen Pengendalian Penyakit. Departemen kasus tersebut tercatat sejak 18 hingga 24 Mei 2025.
Dari kasus tersebut, 2.827 merupakan pasien rawat inap dan 50.736 merupakan pasien rawat jalan.
Pasien berusia 30-39 tahun merupakan kelompok terbesar, yaitu 10.740 orang, diikuti oleh usia 20-29 tahun 9.527 orang, usia 60 tahun ke atas 8.107 orang, dan 4.117 anak kecil berusia hingga empat tahun.







