• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 16 April, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Program KDM Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer, KPAI: Sebaiknya Dihentikan Sementara

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Mei 27, 2025
in DAERAH, NEWS
Reading Time: 1min read
Program KDM Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer, KPAI: Sebaiknya Dihentikan Sementara
233
SHARES
3.2k
VIEWS

JAKARTA – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait pengiriman siswa bermasalah ke barak militer mendapatkan tanggapan beragam dari berbagai pihak.

Termasuk kritik yang datang dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang meminta Kang Dedi Mulyadi (KDM) menghentikan sementara program tersebut.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menyampaikan bahwa penghentian diperlukan hingga dilakukan evaluasi menyeluruh, terutama dari aspek regulasi dan perlindungan hak anak.

”Dalam surat edaran Gubernur terdapat potensi pelanggaran terhadap prinsip non-diskriminasi dan pelabelan terhadap anak. Oleh karena itu, program ini sebaiknya dihentikan sementara,” ujar Jasra di Jakarta, Senin, 26 Mei 2025.

Jasra juga menyoroti sarana dan prasarana yang tersedia di barak militer yang dianggap belum layak untuk mendukung proses pendidikan anak. Ia menekankan perlunya perbaikan fasilitas serta evaluasi terhadap pendekatan pelatihan yang digunakan oleh para pelatih.

BACA JUGA :  Aturan Baru Dedi Mulyadi, Anak Sekolah di Jabar Masuk Jam Enam Pagi

”Pendekatan militeristik tidak bisa disamakan dengan cara mendidik anak. Dibutuhkan pendekatan yang komunikatif dan menjunjung prinsip perlindungan anak, termasuk penerapan safe child guarding,” ujarnya.

Lebih dari itu, KPAI merekomendasikan agar para pelatih dibekali pemahaman mengenai etika dalam berinteraksi dengan anak, cara berkomunikasi yang tepat, serta pemahaman terhadap psikologi anak.

Jasra juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap anak-anak yang telah mengikuti program tersebut.

Ia berharap perubahan perilaku positif yang tampak seusai pelatihan bukanlah hasil sesaat.

Tags: Dedi MulyadiKDMKPAI
Previous Post

Fokus pada Mata Uang Lokal, Indonesia-China Tandatangani MoU Strategis

Next Post

Lewat Desa BRILiaN, BRI Dorong Usaha Camilan Jadi Produk Oleh Oleh Unggulan

Related Posts

Pakar Hukum Soroti Chat FH UI, Pelaku hingga Penyebar Bisa Dipidana
HUKUM

Pakar Hukum Soroti Chat FH UI, Pelaku hingga Penyebar Bisa Dipidana

April 16, 2026
2.1k
Kisah Inspiratif Mantri BRI di Lombok, Sosok Perempuan Berdaya yang Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Sekitar
ADVERTORIAL

Kisah Inspiratif Mantri BRI di Lombok, Sosok Perempuan Berdaya yang Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Sekitar

April 16, 2026
4k
Unpad Nonaktifkan Dosen Terkait Dugaan Kekerasan Seksual, Bentuk Tim Investigasi
DAERAH

Unpad Nonaktifkan Dosen Terkait Dugaan Kekerasan Seksual, Bentuk Tim Investigasi

April 16, 2026
2.9k
Harga Emas Antam Turun Tipis, Kini Dibanderol Rp2,88 Juta per Gram
EKONOMI

Harga Emas Antam Turun Tipis, Kini Dibanderol Rp2,88 Juta per Gram

April 16, 2026
2.4k
Pemerintah Harus Respons Cepat Desakan Penerbitan Aturan Teknis UU TPKS
DAERAH

Dugaan Kekerasan Seksual Libatkan Guru Besar di Unpad, BEM dan Kampus Bergerak

April 16, 2026
2.8k
Niat Menyalip Bus, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Kebon Jeruk
MEGAPOLITAN

Niat Menyalip Bus, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Kebon Jeruk

April 16, 2026
2.2k
Next Post
Lewat Desa BRILiaN, BRI Dorong Usaha Camilan Jadi Produk Oleh Oleh Unggulan

Lewat Desa BRILiaN, BRI Dorong Usaha Camilan Jadi Produk Oleh Oleh Unggulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com