• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Selasa, 16 Juni, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Diam Bukan Emas: Pentingnya Bicara tentang Pelecehan di Sekolah

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Mei 25, 2025
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Terungkap, Begini Kronologi Engkong Remas Kemaluan Bocah 12 Tahun di Depok hingga Tewas

Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Freepik

321
SHARES
3.2k
VIEWS

SEKOLAH seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak-anak dan remaja. Tempat di mana mereka bisa belajar, bertumbuh, dan bersosialisasi tanpa adanya rasa takut. Sayangnya, kenyataan yang terjadi tidak selalu seindah itu. Dalam beberapa kasus, sekolah justru menjadi tempat terjadinya pelecehan, baik secara verbal, fisik, maupun seksual. Dan yang lebih menyedihkannya yaitu, banyak dari kejadian itu tidak pernah terungkap karena satu alas an yakni korban lebih memilih untuk diam karena berbagai alasan dibaliknya.

Sebagai seseorang yang pernah menghabiskan sebagian besar waktu di lingkungan sekolah, saya melihat sendiri bagaimana isu ini sering diabaikan. Entah karena dianggap tabu, dianggap sebagai hal yang sepele, atau karena adanya anggapan bahwasannya membicarakan pelecehan hanya akan “membuat malu” nama baik keluarga dan nama baik sekolah. Akibatnya, korban yang mengalami pelecehan merasa sendiri, takut melapor, dan akhirnya menyimpan trauma itu sendirian.

BACA JUGA :  Rendahnya Pendidikan Karena Faktor Ekonomi

Diam memang sering dianggap sebagai pilihan yang aman. Tapi dalam kasus pelecehan, diam bisa menjadi senjata yang paling tajam yang dapat memperpanjang penderitaan korban. Diam bisa membuat pelaku merasa bebas untuk mengulangi perbuatannya kepada korban-korban lainnya. Diam bisa membuat korban merasa bersalah, padahal merekalah yang seharusnya mendapat perlindungan.

Inilah mengapa saya percaya bahwa bicara itu penting. Penting untuk memberanikan diri agar bisa berbicara jika kita melihat atau mengalami pelecehan. Penting juga bagi sekolah untuk menciptakan ruang yang aman bagi siswa maupun siswinya agar mereka bisa melaporkan hal tersebut tanpa takut dihakimi. Ini bukan hanya tugas guru, tetapi juga seluruh warga sekolah, termasuk siswa sendiri, staf, bahkan orang tua murid.

BACA JUGA :  Mengukur Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Lebih dari itu, pendidikan tentang pelecehan seharusnya mulai dikenalkan sejak dini. Anak-anak perlu tahu mana yang wajar dan mana yang tidak, bagaimana cara mengatakan “tidak”, serta ke mana mereka harus mencari bantuan jikalau mengalami hal serupa. Guru pun harus diberikan pelatihan khusus untuk bisa menangani laporan secara profesional, bukan malah menyalahkan korban atau menutup-nutupi kasus demi citra sekolah yang baik.

Kita juga harus mulai mengubah cara berpikir kita. Pelecehan bukanlah aib bagi korban. Melapor bukan berarti membuat masalah, tapi justru mencegah agar masalah yang lebih besar tidak terjadi. Mendengarkan dan mempercayai korban adalah langkah pertama yang sangat penting dalam membangun lingkungan yang sehat bagi seluruh kalangan yang ada dilingkungan sekolah.

BACA JUGA :  Mahasiswa Bukan Mesin Nilai

Tidak mudah memang untuk berbicara tentang pelecehan. Tapi jika terus dibiarkan, maka lingkungan sekolah akan terus jadi tempat yang tidak aman bagi banyak orang. Kita semua memiliki peran untuk menciptakan perubahan, mau sekecil apapun itu. Karena pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat untuk mencetak nilai yang tinggi, tapi juga tempat mencetak manusia yang saling menghargai dan melindungi.

Jadi, mari mulai dari hal yang sederhana seperti dengarkan, percaya, dan jangan diam. Karena dalam kasus pelecehan, diam bukan emas melainkan petaka yang akan terus menerus berlangsung.

Penulis:

Rakha Satyawiguna

Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Akuntansi

Tags: Pelecehan di Sekolah
Previous Post

Dugaan Ormas Grib Jaya Kuasai Lahan BMKG Tangsel, Ini Penjelasan Polisi

Next Post

Makin Bersinar, UMKM Perhiasan Asal Mojokerto Siap Go Global Berkat Dukungan BRI

Related Posts

Analisis Keputusan Investasi dalam Menentukan Pilihan Instrumen Investasi yang Optimal bagi Investor
DUNIA KAMPUS

Analisis Keputusan Investasi dalam Menentukan Pilihan Instrumen Investasi yang Optimal bagi Investor

Juni 15, 2026
2.4k
Keputusan Pembiayaan dan Struktur Modal
DUNIA KAMPUS

Keputusan Pembiayaan dan Struktur Modal

Juni 15, 2026
2.4k
Upah Naik, Pekerja Sejahtera? Analisis Kondisi Tenaga Kerja di Indonesia
DUNIA KAMPUS

Upah Naik, Pekerja Sejahtera? Analisis Kondisi Tenaga Kerja di Indonesia

Juni 15, 2026
2.3k
Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Kreativitas untuk Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Siswa SMK
DUNIA KAMPUS

Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Kreativitas untuk Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Siswa SMK

Juni 15, 2026
2.4k
Berbagai Disiplin Ilmu yang Berpengaruh pada Konsep Hubungan Industrial
DUNIA KAMPUS

Berbagai Disiplin Ilmu yang Berpengaruh pada Konsep Hubungan Industrial

Juni 14, 2026
2.2k
Peran Teori Permintaan dan Penawaran dalam Menentukan Harga Pasar
DUNIA KAMPUS

Peran Teori Permintaan dan Penawaran dalam Menentukan Harga Pasar

Juni 14, 2026
2.4k
Next Post
Makin Bersinar, UMKM Perhiasan Asal Mojokerto Siap Go Global Berkat Dukungan BRI

Makin Bersinar, UMKM Perhiasan Asal Mojokerto Siap Go Global Berkat Dukungan BRI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com