• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Diam Bukan Emas: Pentingnya Bicara tentang Pelecehan di Sekolah

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Mei 25, 2025
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Terungkap, Begini Kronologi Engkong Remas Kemaluan Bocah 12 Tahun di Depok hingga Tewas

Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Freepik

321
SHARES
3.3k
VIEWS

SEKOLAH seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak-anak dan remaja. Tempat di mana mereka bisa belajar, bertumbuh, dan bersosialisasi tanpa adanya rasa takut. Sayangnya, kenyataan yang terjadi tidak selalu seindah itu. Dalam beberapa kasus, sekolah justru menjadi tempat terjadinya pelecehan, baik secara verbal, fisik, maupun seksual. Dan yang lebih menyedihkannya yaitu, banyak dari kejadian itu tidak pernah terungkap karena satu alas an yakni korban lebih memilih untuk diam karena berbagai alasan dibaliknya.

Sebagai seseorang yang pernah menghabiskan sebagian besar waktu di lingkungan sekolah, saya melihat sendiri bagaimana isu ini sering diabaikan. Entah karena dianggap tabu, dianggap sebagai hal yang sepele, atau karena adanya anggapan bahwasannya membicarakan pelecehan hanya akan “membuat malu” nama baik keluarga dan nama baik sekolah. Akibatnya, korban yang mengalami pelecehan merasa sendiri, takut melapor, dan akhirnya menyimpan trauma itu sendirian.

BACA JUGA :  PKM Unpam: Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Oat Milk sebagai Alternatif Susu Non-Dairy

Diam memang sering dianggap sebagai pilihan yang aman. Tapi dalam kasus pelecehan, diam bisa menjadi senjata yang paling tajam yang dapat memperpanjang penderitaan korban. Diam bisa membuat pelaku merasa bebas untuk mengulangi perbuatannya kepada korban-korban lainnya. Diam bisa membuat korban merasa bersalah, padahal merekalah yang seharusnya mendapat perlindungan.

Inilah mengapa saya percaya bahwa bicara itu penting. Penting untuk memberanikan diri agar bisa berbicara jika kita melihat atau mengalami pelecehan. Penting juga bagi sekolah untuk menciptakan ruang yang aman bagi siswa maupun siswinya agar mereka bisa melaporkan hal tersebut tanpa takut dihakimi. Ini bukan hanya tugas guru, tetapi juga seluruh warga sekolah, termasuk siswa sendiri, staf, bahkan orang tua murid.

BACA JUGA :  Analisa Kasus Skandal Akuntansi Keuangan di WorldCom

Lebih dari itu, pendidikan tentang pelecehan seharusnya mulai dikenalkan sejak dini. Anak-anak perlu tahu mana yang wajar dan mana yang tidak, bagaimana cara mengatakan “tidak”, serta ke mana mereka harus mencari bantuan jikalau mengalami hal serupa. Guru pun harus diberikan pelatihan khusus untuk bisa menangani laporan secara profesional, bukan malah menyalahkan korban atau menutup-nutupi kasus demi citra sekolah yang baik.

Kita juga harus mulai mengubah cara berpikir kita. Pelecehan bukanlah aib bagi korban. Melapor bukan berarti membuat masalah, tapi justru mencegah agar masalah yang lebih besar tidak terjadi. Mendengarkan dan mempercayai korban adalah langkah pertama yang sangat penting dalam membangun lingkungan yang sehat bagi seluruh kalangan yang ada dilingkungan sekolah.

BACA JUGA :  Siklus Manajemen Talenta

Tidak mudah memang untuk berbicara tentang pelecehan. Tapi jika terus dibiarkan, maka lingkungan sekolah akan terus jadi tempat yang tidak aman bagi banyak orang. Kita semua memiliki peran untuk menciptakan perubahan, mau sekecil apapun itu. Karena pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat untuk mencetak nilai yang tinggi, tapi juga tempat mencetak manusia yang saling menghargai dan melindungi.

Jadi, mari mulai dari hal yang sederhana seperti dengarkan, percaya, dan jangan diam. Karena dalam kasus pelecehan, diam bukan emas melainkan petaka yang akan terus menerus berlangsung.

Penulis:

Rakha Satyawiguna

Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Akuntansi

Tags: Pelecehan di Sekolah
Previous Post

Dugaan Ormas Grib Jaya Kuasai Lahan BMKG Tangsel, Ini Penjelasan Polisi

Next Post

Makin Bersinar, UMKM Perhiasan Asal Mojokerto Siap Go Global Berkat Dukungan BRI

Related Posts

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 22, 2026
2.4k
SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.5k
Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri

Oktober 22, 2026
2.5k
Tips Sukses Menggunakan Marketplace
DUNIA KAMPUS

Strategi Penetapan Harga Produk pada UMKM di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace di Indonesia

Oktober 22, 2026
2.4k
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Makin Bersinar, UMKM Perhiasan Asal Mojokerto Siap Go Global Berkat Dukungan BRI

Makin Bersinar, UMKM Perhiasan Asal Mojokerto Siap Go Global Berkat Dukungan BRI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com