TANGERANG SELATAN– Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tangsel agar terus berkembang menjadi lembaga strategis yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Benyamin ketika beliau membuka acara Gebyar Tangsel Berzakat di Ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Selasa (6/5).
“Saya mendukung agar Baznas Tangsel menjadi sebuah lembaga independen yang berperan penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di luar lingkup pemerintah daerah,” ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa acara Gebyar Zakat merupakan wujud apresiasi terhadap berbagai unit kerja dan kelompok masyarakat yang aktif dalam menghimpun dan mengelola zakat secara kolektif.
Selain sebagai bentuk penghargaan, acara ini juga menjadi simbol dari komitmen Baznas dalam menyalurkan bantuan untuk berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan lainnya.
Dalam rentang waktu tahun 2022 hingga 2024, Baznas Tangsel telah menyalurkan dana zakat sejumlah Rp25.051.124.000 kepada 26.627 mustahik yang berhak menerima zakat di berbagai wilayah.
Namun, Benyamin menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana zakat. Menurutnya, hal ini harus diinformasikan secara terbuka kepada masyarakat melalui berbagai platform media sosial yang tersedia.
“Oleh karena itu, saya mendorong Baznas Tangsel untuk terus berkembang guna membangun kepercayaan di kalangan masyarakat agar semakin banyak yang bersedia membayarkan zakat,” tuturnya.
Benyamin pun menekankan bahwa kolaborasi antara instansi pemerintah dan organisasi non-pemerintah sangatlah penting dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat dalam proses pembangunan daerah, karena pembangunan tidak dapat hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sementara itu Ketua Baznas Kota Tangerang Selatan Mohamad Subhan, menyatakan bahwa Baznas telah memastikan penyaluran dana zakat dilaksanakan dengan benar kepada masyarakat melalui program-program seperti pendidikan, kesehatan, dakwah dan advokasi, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan layanan sementara.
“Seluruh program telah berjalan lancar, karena prinsip Baznas adalah segera menyalurkan dana yang diterima kepada berbagai program dan bantuan sementara yang diperlukan,” jelasnya.







