• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Senin, 4 Mei, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Menimbang Kewenangan Fiskal Daerah sebagai Sorotan Baru Akuntansi Sektor Publik di Era Otonomi

Aenna Rahman by Aenna Rahman
April 14, 2025
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Menimbang Kewenangan Fiskal Daerah sebagai Sorotan Baru Akuntansi Sektor Publik di Era Otonomi
302
SHARES
1.5k
VIEWS

DALAM lanskap tata kelola keuangan negara, pembahasan soal pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah menjadi hal umum. Namun, di tengah gencarnya pelimpahan wewenang ke daerah sejak era reformasi, pembahasan mengenai kewenangan fiskal daerah sebagai sasaran akuntansi sektor publik masih belum banyak dikupas secara mendalam. Padahal, dinamika fiskal daerah inilah yang semakin hari memiliki peran besar terhadap arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Otonomi daerah telah memberi keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk mengelola anggaran mereka sendiri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini menjadikan daerah bukan sekadar pelaksana kebijakan pusat, tetapi juga sebagai subjek utama dalam siklus keuangan negara. Dalam konteks akuntansi sektor publik, hal ini berarti pertanggungjawaban keuangan tidak lagi terpusat, tetapi menyebar ke berbagai entitas daerah. Maka, kewenangan fiskal daerah bukan hanya perihal politik dan kebijakan, tapi juga soal akuntabilitas dan transparansi publik yang makin kompleks.

Kewenangan fiskal di daerah mencakup empat aspek utama: pengumpulan pendapatan asli daerah (PAD), alokasi belanja daerah, pengelolaan aset daerah, dan pelaporan keuangan yang sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010, SAP berbasis akrual telah diwajibkan untuk meningkatkan kualitas informasi keuangan pemerintah. Namun, dalam praktiknya, masih banyak pemerintah daerah yang belum optimal menerapkannya, terutama dalam pengakuan pendapatan, belanja berbasis kinerja, dan pengendalian aset tetap.

Menurut Ratnawati (2009), pelaksanaan desentralisasi fiskal secara tidak langsung mendorong peningkatan belanja negara, karena pusat harus mentransfer dana dalam jumlah besar ke daerah. Namun, tantangan utama bukan pada jumlah transfer dana, melainkan pada kesiapan daerah dalam mengelola dana tersebut secara efektif dan akuntabel. Jika pengelolaan ini lemah, maka risiko pemborosan, penyimpangan anggaran, dan rendahnya outcome pembangunan akan sangat tinggi.

Pentingnya kewenangan fiskal daerah sebagai fokus akuntansi sektor publik semakin terlihat saat kita menyoroti asas akuntabilitas dan keterbukaan, dua dari delapan asas pengelolaan keuangan negara. Daerah kini dituntut tidak hanya mampu menyerap anggaran, tetapi juga harus mempertanggungjawabkannya secara terbuka kepada publik. Ini menuntut penguatan kapasitas SDM akuntansi publik di daerah, sistem pelaporan yang terintegrasi, serta pengawasan yang lebih ketat.

Lebih lanjut, sistem akuntansi pemerintah daerah idealnya juga memiliki karakteristik terintegrasi dan seragam, sebagaimana ditegaskan dalam materi kuliah. Sistem ini harus mampu mencatat dan melaporkan setiap transaksi secara transparan, menghindari manipulasi, serta menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan evaluasi program pemerintah.

Di tengah desakan reformasi birokrasi dan penguatan good governance, kewenangan fiskal daerah perlu menjadi titik tekan baru dalam pengembangan praktik dan kajian akuntansi sektor publik. Ini penting bukan hanya untuk efisiensi keuangan, tetapi juga demi mewujudkan pemerataan pembangunan dan keadilan fiskal yang sesungguhnya. Akuntan publik dan sektor akademik harus mulai beralih dari diskusi klasik APBN ke ranah yang lebih aktual: bagaimana daerah mengelola kekuasaan fiskal barunya dengan cerdas dan bertanggung jawab.

Penulis:

BACA JUGA :  Cara Membuat Cireng yang Gurih dan Praktis

Safia Nandini (221011201775)

Mahasiswi Akuntasi, Universitas Pamulang
Pada Mata Kuliah Akuntansi Sektor Publik oleh Meta Nursita S.E., M.Ak.

Tulisan dibuat dalam rangka tugas kuliah.

Tags: Artikel Mahasiswa UnpamRuang Unpamuniversitas pamulangunpam
Previous Post

Polres Jaksel Tolak Penangguhan Penahanan Vadel Badjideh

Next Post

Kepala BKKBN: Keluarga Kuat, Indonesia Hebat

Related Posts

Dampak Monopoli dalam Penyediaan Listrik oleh PLN terhadap Konsumen di Indonesia
DUNIA KAMPUS

Dampak Monopoli dalam Penyediaan Listrik oleh PLN terhadap Konsumen di Indonesia

Mei 3, 2026
2.1k
Dinamika Permintaan dan Penawaran dalam Perspektif Ekonomi Manajerial
DUNIA KAMPUS

Dinamika Permintaan dan Penawaran dalam Perspektif Ekonomi Manajerial

Mei 3, 2026
2.1k
Strategi Bisnis Modern: Pentingnya Estimasi dan Peramalan Permintaan
DUNIA KAMPUS

Strategi Bisnis Modern: Pentingnya Estimasi dan Peramalan Permintaan

Mei 3, 2026
2.4k
Mahasiswa Teknik Informatika Unpam Implementasikan Sistem Digital Branding di Yayasan Ta’zhimussunnah
DUNIA KAMPUS

Mahasiswa Teknik Informatika Unpam Implementasikan Sistem Digital Branding di Yayasan Ta’zhimussunnah

Mei 3, 2026
2.2k
Strategi Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan untuk Meningkatkan Loyalitas Konsumen
DUNIA KAMPUS

Strategi Pengembangan Survei Kepuasan Pelanggan untuk Meningkatkan Loyalitas Konsumen

Mei 2, 2026
2.5k
Untung Maksimal, Moral Minimal? Ini Cara Produsen Mengejar Laba 
DUNIA KAMPUS

Untung Maksimal, Moral Minimal? Ini Cara Produsen Mengejar Laba 

Mei 2, 2026
1.7k
Next Post
Kepala BKKBN: Keluarga Kuat, Indonesia Hebat

Kepala BKKBN: Keluarga Kuat, Indonesia Hebat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com