TANGSELXPRESS – Ratusan massa dari dua universitas di Jakarta mulai membakar ban bekas di depan Gerbang Pancasila Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis siang, 20 Maret 2025.
Aksi mahasiswa sempat memanas setelah berhasil menjebol pagar pembatas kaca pos pengamanan. Kemudian disusul dengan pemecahan kaca menggunakan batu dan kayu.
Tak hanya itu, massa demo tolak UU TNI juga berusaha membongkar besi pelindung kaca lainnya menggunakan tali.
Massa terus memecahkan kaca-kaca pos pengamanan di pintu masuk Gerbang Pancasila hingga pukul 13.48 WIB. Menyusul dengan pengambilan topi bertuliskan “PM” dan topi perwira Polri yang ada di dalam pos keamanan.
“Teman-teman kita satu komando. Ayo tarik lagi talinya hingga roboh,” ujar orator aksi di depan massa demo. Dikutip dari http://beritasatu.com
Kelompok mahasiswa yang melakukan aksi demo tolak UU TNI terpecah di dua titik, yakni di gerbang kanan dan kiri. Kedua massa terus berusaha merobohkan dan membuka pintu pagar Gerbang Pancasila dengan alat seadanya.
Sementara, aparat Kepolisian terus membuat lapisan pengamanan di balik pintu pagar Gerbang Pancasila, area dalam Gedung DPR RI. Petugas Kepolisian dilengkapi tameng membuat barikade pengamanan.
Sempat selama beberapa menit terjadi ketegangan diantara massa yang terus memprovokasi aparat. Namun ketegangan tak berlangsung lama, para pendemo terus meneriakkan berbagai kekesalan mereka dihadapan aparat.
Sebelumnya, sebanyak 5.021 personel gabungan dikerahkan guna mengamankan aksi demo mahasiswa dan aliansi masyarakat terkait Revisi UU TNI di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada hari ini.
“Dalam rangka pengamanan aksi penyampaian pendapat dari mahasiswa dan beberapa aliansi, kami melibatkan 5.021 personel gabungan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro saat dikonfirmasi, Kamis, 20 Maret 2025.







