• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 6 Mei, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Nyali Besar

admin by admin
Desember 28, 2024
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
Disway nyali besar

Jokowi saat meresmikan smelter PT Freeport Indonesia (PT FI) di Kabupaten Gresik, Senin, 23 September 2024. Foto: Setkab

98
SHARES
4.9k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

 

PROYEK raksasa ini seperti dipaksa harus selesai sebelum ganti presiden. Ini memang proyek bersejarah. Wajar kalau yang membuat sejarah itu yang sebaiknya meresmikannya. Maka di masa injury time kepresidenannya, Jokowi ke Gresik, Jatim. Ia meresmikan smelter Freeport di situ: investasinya Rp 56 triliun.

Itu 23 September lalu.

Tidak sampai tiga bulan kemudian bencana yang mengejutkan terjadi: salah satu bagian di smelter itu terbakar. Yakni bagian yang mengolah CO2 menjadi zat yang tidak menyebabkan polusi.

Akibatnya: keseluruhan proses pemurnian tembaga dan emas di Gresik itu terhenti. Bagian yang terbakar itu sendiri sebenarnya hanya satu bagian kecil. Ibaratnya hanya gara-gara knalpotnya pecah Ferrari yang mahal tidak bisa jalan.

Bagian yang terbakar itu mungkin hanya bernilai kurang Rp 50 miliar. Tapi karena terbakar menyebabkan investasi Rp 56 triliun jadi ikut terbengkalai. Tidak ada kesedihan yang dialami pengusaha melebihi yang seperti ini.


Smelter Freeport Indonesia di Gresik meledak pada Senin 14 Oktober 2024 sore.-tangkapan layar X@AlwiHusin–

Tentu bagian itu bisa diperbaiki. Atau kalau kebakarannya berat semua mesin bisa diganti. Apalagi kalau masih dalam waktu penjaminan garansi. Bahkan jangan-jangan belum diserahterimakan. Masih jadi tanggungjawab kontraktor. Belum diserahkan ke pemilik proyek: Freeport.

BACA JUGA :  DISWAY: Meritokrasi Hati

Meski secara langsung itu kerugian kontraktor tapi Freeport juga rugi besar. Produksinya tertunda.

Padahal tiap tahun smelter di Gresik itu akan menghasilkan 50 ton emas, 900.000 katoda tembaga, dan 210 ton perak.

Berita terakhir, Freeport harus berhenti produksi sampai September 2025. Lama sekali. Berarti hampir satu tahun tertunda.

Kesusnya mengejar target agar bisa diresmikan di akhir masa jabatan Presiden Jokowi sepertinya tidak ada hubungan dengan kebakaran itu.

Freeport adalah perusahaan Amerika Serikat. Manajemennya ala Amerika Serikat. Teknologinya Amerika Serikat. Tidak mungkin Freeport ceroboh mau mengorbankan proyek hanya untuk mengejar peresmian.

Smelter ini luasnya 104 hektare. Lokasinya di kawasan industri milik grup Aneka Kimia Raya (AKR). Anda tentu sering berhubungan dengan AKR. Yakni kalau Anda lagi isi bensin. AKR punya banyak stasiun pompa bensin.

Kawasan industri itu, JIIPE, luasnya 1.500 hektare. JIIPE punya pelabuhan sendiri. Di selat Kamal. Menghadap pulau Madura. Freeport memang memerlukan pelabuhan besar. Freeport harus mendatangkan konsentrat tembaga dari pelabuhan Timika, Papua.

BACA JUGA :  DISWAY: Doa Sritex

Konsentrat itu berasal dari tanah yang mengandung tembaga, timah, dan emas. Setelah unsur tanahnya dibersihkan jadilah konsentrat.

Tanah yang mengandung emas, tembaga, dan timah itu dikeruk dari pegunungan Papua tidak jauh dari Tembaga Pura. Tanah tersebut “dicuci” di dekat Timika. Tanahnya dibuang di dekat Timika. Konsentratnya dikirim ke smelter untuk dipisah-pisah mana emas, mana tembaga, mana timah.

Sudah sejak 60 tahun lalu konsentrat itu dikirim ke luar negeri. Dimasukkan smelter di luar negeri. Di Jepang dan lain-lainnya.

Baru di era Presiden Jokowi Freeport bisa ditekan agar harus mengolah konsentratnya di dalam negeri. Lalu Freeport memilih lokasi di JIIPE, Gresik.

Begitu besarnya smelter Freeport di Gresik itu sampai bisa mengolah 1,7 juta ton konsentrat setahun.

Pemerintah pun melarang Freeport mengekspor konsentrat. Seperti juga melarang ekspor nikel ore.

Tentu smelter-smelter di luar negeri yang selama ini mendapat bahan baku dari Papua menjerit setengah mati. Mereka pun rebutan bahan baku dari mana pun yang masih bisa didapat.

Kini persoalan muncul: dengan berhentinya smelter Freeport di Gresik bagaimana dengan konsentrat yang dihasilkan Freeport Papua. Tentu Freeport minta dispensasi: agar selama smelternya belum berproduksi diperbolehkan ekspor konsentrat.

BACA JUGA :  89.114 Jamaah Haji Indonesia Gelombang I Sudah di Madinah

Menteri seperti Bahlil Lahadalia sudah tegas menolak permohonan dispensasi itu. Bahkan menteri ESDM itu curiga kalau ekspor diizinkan perbaikan smelternya bisa lebih lambat.

Kasus kebakaran smelter baru Freeport ini tentu menarik ditinjau dari segi apa pun: manajemen proyek, sistem komisioning, manajemen instalasi sampai ke manajemen pengawasan proyek.

Proyek besar yang mirip seperti itu terjadi Krakatau Steel. Lebih 10 tahun lalu. Peleburan baja di Cilegon itu meledak di saat uji coba produksi. Masih belum diserahterimakan ke pemilik proyek: Krakatau Steel.

Memang itu masih dalam tanggung jawab kontraktor EPC, tapi dampaknya bagi Krakatau Steel sangat mematikan. Apalagi si kontraktor asing tidak dalam kemampuan mengatasi biaya rehabilitasinya –praktis seperti membangun peleburan baru.

Kalau di Freeport hanya mesin bagian polusi yang terbakar. Di Krakatau Steel mesin utamanya yang meledak hancur.

Proyek besar punya 2 besar. Hanya orang dengan nyali besar berani masuk proyek besar. (*)

 

Tulisan ini sudah tayang di Disway.id

Tags: dahlan iskandisway
Previous Post

KRL Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung, Perjalanan Terganggu

Next Post

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Berawan Sepanjang Hari, Kualitas Udara Buruk

Related Posts

Konflik Memanas, Ahmad Dhani Sebut Keluarganya Tak Mau Lagi Bertemu Maia Estianty
SELEBRITI

Konflik Memanas, Ahmad Dhani Sebut Keluarganya Tak Mau Lagi Bertemu Maia Estianty

Mei 6, 2026
2.2k
Reformasi Jilid Baru! Presiden Prabowo Bidik Polri hingga Lembaga Penegak Hukum
TANGERANG SELATAN

Reformasi Jilid Baru! Presiden Prabowo Bidik Polri hingga Lembaga Penegak Hukum

Mei 6, 2026
2.1k
Pilar Tinjau Proyek di Jalan Ciater Tangsel, Tekankan Kepatuhan Perizinan dan Pengendalian Dampak Lingkungan
TANGERANG SELATAN

Pilar Tinjau Proyek di Jalan Ciater Tangsel, Tekankan Kepatuhan Perizinan dan Pengendalian Dampak Lingkungan

Mei 6, 2026
2.6k
Bencana Longsor di Agam Telan Satu Korban Jiwa, Enam Warga Luka-luka
DAERAH

Bencana Longsor di Agam Telan Satu Korban Jiwa, Enam Warga Luka-luka

Mei 6, 2026
2.1k
Clara Shinta Cari Keadilan ke Komnas Perempuan usai Disomasi Wanita Terduga Pelakor
SELEBRITI

Clara Shinta Cari Keadilan ke Komnas Perempuan usai Disomasi Wanita Terduga Pelakor

Mei 6, 2026
2.3k
Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang
ADVERTORIAL

Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang

Mei 6, 2026
3.9k
Next Post
pamulang mendung

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Berawan Sepanjang Hari, Kualitas Udara Buruk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com