SETIAP perusahaan, baik besar maupun kecil, pasti selalu menghadapi tantangan dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan ekonomisasi dalam menjalankan usahanya. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan memiliki sistem yang kuat dalam menilai dan mengelola risiko bisnis. Tanpa pendekatan yang sistematis dan terstruktur, risiko dapat berkembang menjadi ancaman serius yang dapat mengganggu kelangsungan dan stabilitas operasional perusahaan.
Salah satu metode yang efektif untuk menilai dan mengelola risiko bisnis adalah melalui audit internal dan pengendalian internal yang kokoh. Kedua elemen ini berfungsi sebagai fondasi yang membantu perusahaan mengidentifikasi, mengurangi, dan mengelola berbagai potensi risiko yang dapat merugikan organisasi.
Ada sebagian pihak berpendapat bahwa investasi dalam internal audit, pengendalian internal, dan penilaian risiko ini memerlukan biaya yang tidak sedikit dan dapat mengurangi margin keuntungan dalam jangka pendek. Namun, menurut saya ini adalah pandangan yang keliru. Meskipun pada awalnya perusahaan mungkin perlu mengeluarkan biaya untuk membangun sistem yang efektif dalam jangka panjang, biaya tersebut akan lebih terkompensasi oleh peningkatan efektivitas, efisiensi, dan ekonomisasi yang tercapai.
Dikutip dari www.ojk.go.id (Jakarta, 14 Mei 2024) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan perlunya optimalisasi penggunaan teknologi seperti generative AI dan data analytics dalam rangka menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam profesi internal audit.
Hal ini merupakan bagian dari pengembangan kompetensi internal audit yang penting dalam meningkatkan tata kelola Industri Jasa Keuangan. Selanjutnya Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena menyampaikan bahwa Internal Audit harus memahami risiko organisasi, dan mampu mengkomunikasikan secara efektif hasil audit kepada Dewan Direksi (Board) dengan menyampaikan Significant control weaknesses & Robust Root Cause Analysis. Selain itu, standar internal audit perlu terus diperbarui untuk memastikan keselarasan dengan standar yang berlaku secara internasional seperti Global Internal Audit Standards (GIAS).
Maka dari itu sebagai auditor internal, terutama Ketika ada temuan terkait kelemahan pengendalian yang signifikan dan analisis akar penyebab yang komprehensif. Pengendalian internal dan audit yang efektif akan meminimalkan potensi pemborosan, fraud dan risiko yang dapat merugikan perusahaan secara finansial, sehingga pada akhirnya perusahaan akan memperoleh keuntungan yang lebih besar dan pencapaian tujuan jangka panjang yang lebih optimal.
Berdasarkan Perturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, mengatakan bahwa “Pengawasan Intern adalah seluruh proses kegiatan audit, review, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.”
Terdapat lima komponen pengendalian intern yang diperkenalkan oleh Committeo of Sponsoring Organizations of the Treatway Commission (COSO) diantaranya lingkungan pengendalian, penilaian resiko, prosedur pengendalian, pemantauan, serta Informasi dan Komunikasi.
Dalam menilai risiko harus didasari oleh informasi terbaik yang tersedia, dilengkapi dengan hasil pengamatan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan. Penilaian risiko perlu dilakukan secara sistematis, iteratif, dan kolaboratif, dengan memanfaatkan pengetahuan dan pandangan para pemangku kepentingan.
Proses penilaian risiko terdiri dari tiga tahapan yaitu:
- Mencaridan mencatat semua risiko yang bisa menghalangi tercapainya tujuan organisasi. Ini meliputi mencari tahu apa saja yang bisa terjadi, kapan, di mana, dan mengapa hal itu bisa terjadi. Analisis Risiko.
- Menganalisis seberapa besar kemungkinan risiko tersebut terjadi dan seberapa besar dampaknya. Analisis ini melibatkan dua hal utama: seberapa sering risiko itu terjadi (probabilitas) dan seberapa besar kerugian yang ditimbulkan (konsekuensi).
- Mengevaluasi risiko untuk memutuskan mana yang perlu ditangani segera. Evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan hasil analisis risiko dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
Kesimpulan:
Proses evaluasi risiko bisnis melalui audit internal dan pengendalian internal yang kuat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan perusahaan. Dengan pendekatan yang sistematis dan kolaboratif dalam penilaian risiko, perusahaan dapat mencapai tujuan jangka panjang secara optimal, mengurangi potensi kerugian, dan meningkatkan daya saing. Audit internal yang efektif memungkinkan identifikasi dan mitigasi risiko secara dini, sementara pengendalian internal yang baik, seperti yang diatur dalam kerangka COSO, memberikan struktur yang jelas untuk mengelola risiko. Penilaian risiko memungkinkan auditor internal untuk fokus pada area yang berisiko tinggi, memahami dan mengelola berbagai jenis risiko, dan membantu organisasi dalam mencapai tujuan.
Menurut kami, penilaian risiko yang baik memungkinkan auditor internal untuk fokus pada area yang berisiko tinggi. Selain itu, dengan memahami dan mengelola berbagai jenis risiko, auditor internal dapat memberikan opini yang lebih akurat dan membantu organisasi dalam mencapai tujuannya, sementara pengendalian internal yang kuat berperan penting dalam mendukung efektivitas audit internal dan melindungi aset organisasi. Keduanya berkontribusi pada opini audit yang lebih akurat dan relevan.
Penulis:
Kelompok 1:
Camelia
Maura
Novia
Rachel
Sarah
Mahasiswa Prodi Akuntansi di Universitas Pamulang
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.







