• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 4 Februari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Virus Cacar Monyet Melanda Afrika, WHO Gaungkan Status Darurat Kesehatan

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Agustus 13, 2024
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Virus Cacar Monyet Melanda Afrika, WHO Gaungkan Status Darurat Kesehatan
2.1k
SHARES
3.9k
VIEWS

TANGSELXPRESS – World Health Organization (WHO) sedang mempertimbangkan untuk menetapkan wabah cacar monyet yang melanda Afrika sebagai status darurat kesehatan global.

Hal ini dilakukan setelah adanya lonjakan kasus cacar monyet yang terjadi di berbagai negara, terutama di Afrika.

Cacar monyet, atau monkeypox, adalah penyakit zoonosis (ditularkan dari hewan ke manusia) yang disebabkan oleh virus cacar monyet.

Pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi WHO menggaungkan status darurat kesehatan akibat virus tersebut. Antara lain:

  1. Peningkatan kasus tinggi dan cepat

Kasus cacar monyet telah meningkat secara signifikan di beberapa negara, terutama di Afrika. Ada kekhawatiran bahwa virus ini bisa menyebar lebih luas, baik di dalam maupun di luar wilayah tersebut.

  1. Transmisi berkembang ke antar manusia
BACA JUGA :  Tiga Pasien Positif Terpapar Cacar Monyet (Mpox) di Jakarta Timur

Sebelumnya, virus cacar monyet dianggap menyebar terutama dari hewan ke manusia. Namun, saat ini ada bukti transmisi telah berkembang pada antar manusia yang lebih luas.

Para ahli kesehatan mengkhawatirkan virus ini dapat semakin berkembang dan menyebabkan wabah lebih besar.

  1. Keterbatasan akses vaksin dan pengobatan

Dibanyak wilayah Afrika, akses vaksin dan pengobatan untuk cacar monyet masih sangat terbatas sehingga dapat memperparah penyebaran virus, terutama pada orang yang kondisi fisiknya lemah dan rentan terpapar virus.

  1. Risiko penyebaran global

Meski sebagian besar kasus berada di Afrika, ada potensi penyebaran global mengingat mobilitas manusia yang tinggi.

Beberapa kasus telah dilaporkan di negara-negara di luar Afrika sehingga meningkatkan urgensi untuk menetapkan status darurat kesehatan global.

BACA JUGA :  Cacar Monyet Pertama Terdeteksi di Indonesia, Begini Kondisi si Pasien

Jika WHO menetapkan wabah cacar monyet di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan global, hal ini akan memicu tanggapan internasional yang lebih terkoordinasi dan intensif untuk mengendalikan penyebaran virus.

Tindakan ini termasuk peningkatan surveilans, distribusi vaksin, dan sosialisasi masyarakat untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

 

 

Tags: cacar monyetVirus Cacar Monyet
Previous Post

Tergesa-gesa yang Dianjurkan

Next Post

Film “Perjanjian Setan”, Kisah Mistis di Sebuah Kamar Kos

Related Posts

Dari Banyuwangi ke Pasar Lebih Luas, Petani Buah Naga Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI
ADVERTORIAL

Dari Banyuwangi ke Pasar Lebih Luas, Petani Buah Naga Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI

Februari 3, 2026
4k
Istri Jenderal Hoegeng Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun
NASIONAL

Istri Jenderal Hoegeng Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun

Februari 3, 2026
2.4k
Pemprov Banten Perketat Penggunaan Ponsel di Sekolah
BANTEN

Pemprov Banten Perketat Penggunaan Ponsel di Sekolah

Februari 3, 2026
2.9k
Pengiriman Sampah Tangsel ke TPAS Cilowong Naik, Benyamin Sebut Masalah Mulai Teratasi
TANGERANG SELATAN

Pengiriman Sampah Tangsel ke TPAS Cilowong Naik, Benyamin Sebut Masalah Mulai Teratasi

Februari 3, 2026
2.4k
BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Aman dan Bukan Pemicu Bencana
NASIONAL

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Aman dan Bukan Pemicu Bencana

Februari 3, 2026
2.1k
Virus Nipah Menyerang Bertahap, Ini Urutan Gejala yang Perlu Diwaspadai
KESEHATAN

Virus Nipah Menyerang Bertahap, Ini Urutan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Februari 3, 2026
2.1k
Next Post
Film “Perjanjian Setan”, Kisah Mistis di Sebuah Kamar Kos

Film "Perjanjian Setan", Kisah Mistis di Sebuah Kamar Kos

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com