TANGSELXPRESS– Program Tangsel Terang yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Tangsel sejak 2022 bertujuan meningkatkan infrastruktur penerangan jalan dalam kota, serta telah berhasil memasang ribuan lampu di banyak posisi.
Wali Kota Benyamin Davnie menyatakan bahwa program Tangsel Terang diciptakan untuk menekan tingkat kriminalitas dan membuat gang-gang di sekitar perumahan tampak jelas.
“Sehingga ini juga dapat menekan tingkat kriminalitas, karena gang-gang kecil terlihat jelas. Meningkatkan penerangan tentunya sangat bermanfaat untuk berbagai kegiatan yang lebih banyak,” jelasnya, Selasa (30/7).
Benyamin juga menambahkan, bahwa LED adalah materi yang digunakan dalam pembuatan lampu PJU Tangsel Terang dan memberikan jaminan pemeliharaan selama 3 tahun, untuk memudahkan perawatan.
“Jadi model PJU Tangsel Terang untuk di permukiman penduduk saja. Tingginya 4 meter, kedalamannya setengah meter, kemudian diameter tiangnya hanya beberapa centi saja dan lampunya LED dengan garansi 3 tahun, supaya mudah pemeliharaannya,” terangnya.
Mengenai pajak, Benyamin mengatakan bahwa biaya PJU Tangsel Terang akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan persyaratan tersebut tidak akan dikenakan pada masyarakat.
“Untuk biaya dan pajaknya PJU Tangsel Terang masuk dalam APBD, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tuturnya.
Menurut Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum, Eka Andriyana Arifin, 600 lampu PJU Tangsel Terang telah terpasang pada tahun 2022 di seluruh Kota Tangsel. Pada tahun 2023 sebanyak 6.500 unit telah dipasang dan akan diikuti oleh 3.000 unit pada tahun 2024 ini.
Namun, masalah pelaksanaan program ini tidak luput dari tantangan yang membutuhkan solusi inovatif dan kerjasama kuat dari berbagai pihak. Implementasi program ini memerlukan tim yang menghadapi beberapa kendala seperti kondisi geografis yang beragam, keterbatasan anggaran dan penolakan masyarakat.
“Tantangan terbesarnya adalah adanya penolakan warga terhadap penanaman lampu PJU Tangsel Terang,” ujarnya saat dijumpai di ruangannya.
Begitu pula dengan masyarakat yang perlu keterlibatannya sebagai faktor penting dalam keberhasilan program. Karena bagi warga, pemahaman tentang pentingnya penerangan lingkungan yang menjadi kebutuhan bersama masyarakat harus diadakan.
“Sebagai langkah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, forum sosialisasi dan pelatihan digelar untuk menjaga fasilitas penerangan yang ada. Warga pun diharapkan dapat melapor jika ada lampu yang rusak atau tidak berfungsi melalui kontak pengaduan yang telah disediakan,” ucapnya.
Eka juga mengatakan, tim Tangsel Terang selalu berusaha untuk memperluas area pemasangan titik-titik lampu ini pada sudut-sudut kota yang belum terjamah.
“Program Tangsel Terang dapat menambah rasa nyaman dan aman bagi masyarakat disekitarnya dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan lingkungan yang lebih baik,” tandasnya.
Pemerintah kota berkomitmen untuk terus berinovasi dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, sehingga seluruh warga dapat menikmati manfaat infrastruktur penerangan yang lebih baik di kota.(ARG)







