TANGSELXPRESS– Ada-ada saja kelakuan jamaah haji Indonesia. Mereka melakukan cara unik untuk menandai koper menjelang kepulangan ke Indonesia. Antara lain menyematkan atribut-atribut unik sebagai penanda agar koper tidak tertukar seperti kresek, potongan karung beras, boneka, hingga sandal.
Salah satunya terlihat di Loloat Al Madinah Hotel saat pengumpulan dan penimbangan koper jamaah embarkasi Surabaya (SUB-51). Ratusan koper milik jamaah haji asal Lumajang dan Bondowoso, Jawa Timur, ditandai barang-barang unik tersebut.
Barang-barang unik nan jenaka ini dipasang oleh jamaah di bagian atas koper. Atribut unik ini juga difungsikan untuk memudahkan jamaah haji mengenali koper mereka sesampainya di tanah air.
Namun, saat proses penimbangan berlangsung, petugas mencopot sejumlah atribut yang dipasang. Hal itu dianggap membahayakan saat koper berada di bagasi dan menutupi identitas yang ada pada koper.
“Pak ini tidak boleh ada sandal, jadi kita copot ya,” ujar petugas PPIH Arab Saudi Miftah kepada jamaah sambil mencatat berat koper, dikutip dari RRI, Minggu (7/7).
Ada sekitar 181 koper yang ditimbang yang sesuai dengan manifes jamaah di hotel. Berat koper juga tak boleh lebih dari 32 kg dan tidak boleh membawa zamzam di dalam koper.
Rombongan jamaah kloter SUB-51 embarkasi Surabaya tersebut diberangkatkan pada Jumat (5/7) sekitar pukul 06.40 WAS. Proses penimbangan dan pengumpulan koper sudah dilakukan pada Rabu (3/7).







