TANGSELXPRESS – Kasus pembunuhan pemilik warung Madura yang ditemukan dalam sebuah sarung memicu kehebohan di masyarakat. Menurut kesaksian dari seorang warga bernama Sodiq, yang menjual donat di seberang warung korban, terduga FA dan NA memang terlihat akrab. Sodiq mengaku bahwa korban tidak terlihat sejak Jumat (10/5/2024).
Sodiq menceritakan bahwa pada malam Jumat, ia ingin membeli pulsa di warung korban, namun ia tidak jadi membeli pulsa karena FA mengatakan bahwa AH sedang pergi keluar dan biasanya hanya AH yang melayani pelanggan di warung tersebut.
“Jumat malam saya mau beli pulsa, tapi nggak jadi karena AH lagi pergi katanya si FA, soalnya kan yang biasanya layani dia,” tuturnya saat ditemui dilokasi Senin, (13/5/2024).
Tak lama setelah itu, seorang pedagang kelapa yang berjualan di sebelah warung AH datang mencari goloknya.
“Pedagang kelapa mencari goloknya kesini, tanya saya sama tukang soto, karena mungkin mengira ada yang iseng bawa kesini,” terangnya.
Sodiq juga mengatakan bahwa FA dan NA memang terlihat akrab. Pada malam itu, NA diminta untuk menemani FA tidur di warung tersebut.
“Malamnya juga NA disuruh nemenin tidur di Warung karena takut sendiri, dia juga bilang kan kalau AH lagi pergi,” ucapnya.
Ia pun kaget dan tidak mengira jika FA dapat membunuh pamannya sendiri, dikarenakan dalam kesehariannya mereka tampak baik-baik saja.
“Ya kita juga heran, kok bisa dia bunuh pamannya itu. Walaupun mereka nggak akrab sama tetangga, tapi kesehariannya mereka tampak akrab nggak ada ribut-ribut juga,” tandasnya.
Keterangan dari Sodiq tersebut menjadi bukti bahwa ada hubungan baik antara terduga pelaku dan korban. Sehingga, membuat masyarakat semakin penasaran tentang motif di balik pembunuhan tersebut.
Dan keterangan terbaru dari pihak kepolisian, mensinyalir bahwa adanya dendam dari NA dikarenakan tidak boleh utang rokok pada korban, sehingga turut membantu FA dalam pembunuhan tersebut.
“Sebelumnya, NA menunjukkan sikap ‘udah abisin’ dan memberikan saran kepada FA untuk menghabisi AH. Saat kejadian, NA mengawasi lokasi sekitar. Serta membantu mengangkat jenazah ke dalam sarung untuk dibuang,” jelas AKBP Titus Yudho Ully, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.







