TANGSELXPRESS – Kinerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) di tahun 2023 patut diacungi jempol. Sejumlah penghargaan berhasil diraih daerah yang baru berusia 15 tahun tersebut. Ada sekitar 27 penghargaan yang diraih wilayah yang dipimpin Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan sepanjang tahun.
Rentetan prestasi tersebut menjadi bukti kalau Pemkot Tangsel terus berbenah agar pelayanan kepada masyarakat dapat memberikan hasil positif yang lebih baik lagi. Dari belasan penghargaan yang diraih di antaranya Adipura, Karya Sakti Satpol PP, Opini WTP ke-11, Kota Layak Anak, Daerah Tertib Ukur, Kota Peduli HAM, Badan Publik Informatif hingga Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Predikat Pertama se-Provinsi Banten.
Raihan penghargaan tersebut diapresiasi oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie yang mengungkapkan rasa syukurnya. Tanpa kerja keras semua perangkat daerah, prestasi-prestasi itu tidak mungkin diraih.
Ia meminta jajarannya tidak berpuas diri, melainkan menjadi semangat agar prestasinya dapat dipertahankan atau bahkan ditambah.
“Penghargaan ini memacu kita agar terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan. Ini merupakan prestasi yang baik dan harus terus dijaga. Saya mengharapkan seluruh elemen di Tangsel dapat lebih giat bekerja,” ujarnya.
Benyamin yakin dengan kinerja jajarannya, tahun-tahun ke depan prestasi-prestasi serupa dapat terus diraih. Mengingat semua capaian yang didapat merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen untuk memajukan Kota Tangerang Selatan.
Walikota mengatakan harapannya agar kinerja yang baik ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan agar tahun depan bisa semakin baik lagi. Ia menyinggung raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang didapat tujuh kali berturut-turut.
Baginya, capaian ini berkat kerja keras seluruh pihak baik pemerintah dan juga stakeholder terkait dalam tanggung jawabnya mengelola keuangan daerah.
“Tentu saja ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan kinerja yang patut dipuji ini. Kami memacu adrenalin kinerja teman-teman untuk terus patuh terhadap aturan, output, outcome, serta benefitnya yang terus kami perhatikan,” katanya.
Walikota merasa bangga dengan angka tersebut yang di atas rata-rata nasional. Pria yang akrab dipanggil Bang Ben ini ingin meningkatkan angka tersebut menjadi lebih ideal.
“Karena Pemkot Tangsel telah menyelesaikan tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sekitar 85,75 persen dan mudah-mudahan dapat ditingkatkan hingga mencapai 90 persen,” jelasnya.
Pemkot Tangsel juga meraih penghargaan Badan Publik Informatif. Penghargaan ini membanggakan lantaran Pemkot Tangsel telah mengimplementasikan dengan baik Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik.
Benyamin pun mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan Badan Publik Informatif yang menempati urutan tertinggi di Provinsi Banten.
“Alhamdulillah, Pemkot Tangsel mendapatkan penghargaan tertinggi dari Komisi Informasi Provinsi Banten dengan menempati urutan pertama badan publik atau pemerintah daerah terinformatif dengan capaian nilai tertinggi,” katanya.
Raihan penghargaan ini merupakan capaian ke-4 sebagai peringkat pertama paling informatif se-Provinsi Banten. Ia berharap hal ini menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan pembenahan di berbagai pelayanan, khususnya informasi dan pelayanan publik.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, capaian-capaian positif yang diraih pemerintah kota Tangsel patut disyukuri.
Ia meminta jajarannya untuk terus bekerja keras memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
“Puluhan penghargaan yang diterima menjadi bukti kinerja pemkot Tangsel yang mendapatkan apresiasi,” tuturnya.
Misalnya, Adipura yang diperoleh mengenai lingkungan. Menurut Pilar, prestasi itu bisa menjadi cambuk untuk menjaga kelestarian lingkungan, di mana persoalannya hampir terjadi di kota besar.
Ia mengaku terus berkolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, seperti pengurangan sampah plastik di Tangerang Selatan, khususnya dengan menerbitkan Perwal 83/2022 tentang pengurangan plastik.
“Pentingnya bank sampah di Tangerang Selatan yang harus ada di setiap RW yang tersebar di tujuh kecamatan. Bank sampah dan TPS3R juga harus terus dijalankan karena ini memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin mengatakan bahwa, capaian ini menjadi bukti Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika aktif dan terbuka terhadap permintaan layanan informasi dari masyarakat.
“Bahkan lewat inovasi-inovasi yang dimiliki seperti buku panduan dan formulir permohonan informasi menggunakan huruf Braille untuk mengakomodir teman-teman tunanetra mendapatkan apresiasi yang luar biasa,” pungkasnya.







