TANGSELXPRESS- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tangsel mencatat titik sebaran krisis air bersih semakin luas. Sebanyak 39 wilayah dilanda kemarau, terutama di daerah pemukiman warga seperti Kelurahan Setu, Keranggan, Muncul, Babakan dan Kademangan di Kecamatan Setu.
Selain itu, juga di Kelurahan Ciater dan Buaran di Kecamatan Serpong, Kelurahan Pakulonan dan Pakualam di Kecamatan Serpong Utara, serta Kelurahan Jurang Mangu Barat di Kecamatan Pondok Aren.
M Faridzal Gumay, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangsel, menyatakan bahwa pihaknya melakukan distribusi bantuan air bersih setiap hari kepada wilayah terdampak. Total ada 2.117 kepala keluarga atau sekitar 10 kelurahan yang terdampak krisis air bersih.
“Setiap harinya kita telah mendistribusikan air bersih. Dari 10 Kelurahan tersebut, ada 2.117 KK yang terdampak krisis air bersih ini,” jelasnya, Sabtu (21/10).
Menurut Gumay, setiap hari pihaknya memasok pemukiman warga dengan sedikitnya 10 unit truk tangki.
“Tercatat hingga tanggal 18 Oktober 2023, jumlah distribusi air bersih yang telah disalurkan mencapai 152.800 liter,” katanya.







