KEKUASAAN adalah hak seseorang untuk bertindak atau melakukan sesuatu yang didasari oleh wibawa, wewenang dan karisma atau kekuatan fisik.
Biasanya kekuasaan didapatkan oleh seseorang atau sekelompok untuk menjalankan kegiatan atas dasar wewenang yang diperintahkan.
Dan apa itu kekuasaan politik? Pada dasarnya kekuasaan politik adalah kegiatan mengumpulkan atau mempengaruhi kebijakan umum baik pemerintah atau masyarakat untuk memperoleh kekuatan dan memuluskan kegiatan dalam mencapai sebuah tujuan.
Ada juga karakteristik kekuasaan menurut Fairholm adalah sebagai berikut:
Kekuasaan bersifat sengaja, karena meliputi kehendak, bukan sekadar tindakan acak;
Kekuasaan adalah alat (instrumen), ia adalah alat guna mencapai tujuan;
Kekuasaan bersifat terbatas, ia diukur dan diperbandingkan di aneka situasi atau dideteksi kemunculannya;
Kekuasaan melibatkan ketergantungan, terdapat kebebasan atau faktor ketergantungan-ketidakbergantungan yang melekat pada penggunaan kekuasaan;
Kekuasaan adalah gagasan bertindak, ia bersifat samar dan tidak selalu dimiliki;
Kekuasaan ditentukan dalam istilah hasil, hasil menentukan kekuasaan yang kita miliki;
Kekuasaan bersifat situasional, taktik kekuasaan tertentu efektif di suatu hubungan tertentu, bukan seluruh hubungan dan;
Kekuasaan didasarkan pada oposisi atau perbedaan, partai harus berbeda sebelum mereka bisa menggunakan kekuasaannya.
Sumber kekuasaan sebagai berikut:
Kekuasaan Posisi
Seseorang yang menduduki posisi otoritas atau memiliki jabatan tertentu memiliki kekuasaan posisi. Contohnya termasuk seorang manajer yang memiliki kekuasaan atas bawahan dalam sebuah organisasi.
Kekuasaan Pengetahuan
Seseorang yang memiliki pengetahuan yang lebih luas atau khusus dalam suatu bidang memiliki kekuasaan pengetahuan. Contohnya termasuk seorang profesor yang memiliki kekuasaan intelektual dalam kelasnya.
Kekuasaan Penghargaan
Seseorang yang memiliki kontrol atau akses terhadap sumber daya yang diinginkan atau bisa memberikan imbalan positif memiliki kekuasaan penghargaan. Contohnya termasuk seorang atasan yang memiliki kekuasaan untuk memberikan kenaikan gaji atau promosi kepada karyawan.
Kekuasaan Paksaan
Seseorang yang memiliki kekuasaan untuk memberikan hukuman atau sanksi negatif memiliki kekuasaan paksaan. Contohnya termasuk seorang petugas keamanan yang memiliki kekuasaan untuk menangkap atau menghukum pelanggar hukum.
Kekuasaan Referent
Seseorang yang memiliki daya tarik, reputasi, atau pengaruh yang kuat terhadap orang lain memiliki kekuasaan referent. Contohnya termasuk seorang selebriti yang memiliki pengikut yang banyak dan pengaruh besar terhadap penggemar mereka.
Kekuasaan Hubungan
Kekuasaan hubungan terjadi ketika seseorang memiliki kekuasaan atas orang lain berdasarkan hubungan pribadi atau interaksi sosial mereka. Contohnya termasuk seorang pasangan dalam hubungan romantis yang memiliki kekuasaan emosional.
Selanjutnya, apa itu politik? Politik biasanya didefinisikan sebagai kegiatan di mana individu atau kelompok terlibat dalam memperoleh dan menggunakan kekuasaannya untuk mencapai kepentingannya sendiri. Definisi lain politik diajukan oleh Richard L. Daft, yang menurutnya sebagai berikut:
“Penggunaan kekuasaan guna mempengaruhi keputusan dalam rangka memperoleh hasil yang diharapkan.” Penggunaan kekuasaan dan pengaruh membawa pada dua cara mendefinisikan politik. Pertama, selaku perilaku melayani diri sendiri. Kedua, sebagai proses pembuatan keputusan organisasi yang sifatnya alamiah.
Cara-cara politik yaitu:
– Autocratically (secara otokratik)
– Bureaucratically (secara birokratis)
– Technocratically (secara teknokratis)
– Democratically (secara demokratis)
Politik yaitu penggunaan kekuatan (power) dalam mencapai sesuatu. Politik juga sering menimbulkan ketidakmenentuan dan konflik itu pasti terjadi secara alamiah. Namun, politik juga melibatkan diskusi-diskusi informal yang memungkinkan bisa menyelesaikan masalah atau tidak, bisa menggapai suatu tujuan atau tidak sesuai kemampuannya dalam berdiskusi.
Setelah membahas definisi kekuasaan dan politik yang dapat dipahami, kemudian bagaimana munculnya politik dalam organisasi? Ada tiga wilayah di mana politik organisasi terangsang untuk muncul menurut Richard L. Daft, yaitu sebagai berikut:
Perubahan Struktural
Perubahan struktural, misalnya reorganisasi jabatan, langsung menohok ke dalam “jantung” hubungan otoritas dan kekuasaan. Reorganisasi seperti perubahan tugas dan wewenang, juga berdampak atas dasar kekuasaan akibat ketidak menentuan strategis.
Suksesi manajemen
Perubahan keorganisasian seperti rekrutmen eksekutif baru, promosi, dan transfer pegawai punya signifikansi politik yang besar, khususnya pada level organisasi puncak dimana ketidakmenentuan demikian tinggi dan jaringan kepercayaan, kerjasama, dan komunikasi di antara eksekutif adalah penting.
Alokasi sumber daya
Alokasi sumber daya adalah arena politik ketiga. Alokasi sumber daya memotong seluruh sumber daya yang dibutuhkan bagi kinerja organisasi, termasuk gaji, anggaran, pekerja, fasilitas kantor, perlengkapan, penggunaan transportasi kantor, dan sebagainya.
Kesimpulan dari kekuasaan dan politik dalam organisasi dapat bervariasi tergantung pada konteks spesifik organisasi tersebut. Penting bagi organisasi untuk memahami kekuasaan dan politik dalam konteksnya sendiri. Dengan memperhatikan dampak politik yang ada dan mengambil tindakan yang tepat, organisasi dapat mencapai keseimbangan yang baik antara kekuasaan, politik, dan tujuan organisasional yang lebih besar.
Penulis:
Gina Hayatul
Mahasiswi Universitas Pamulang
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.







