• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Potensi Ancaman Peningkatan Kasus DBD, Semua Pihak Diminta Berkolaborasi

admin by admin
Juni 14, 2023
in NASIONAL
Reading Time: 2min read
Potensi Ancaman Peningkatan Kasus DBD, Semua Pihak Diminta Berkolaborasi

Ilustrasi - Nyamuk Aedes aegypti. Foto: Istimewa

69
SHARES
154
VIEWS

TANGSELXPRESS – Peningkatan ancaman demam berdarah dengue (DBD) harus diwaspadai para pemangku kebijakan dan masyarakat. Langkah preventif cegah merebaknya demam berdarah harus masif dilakukan guna menekan timbulnya risiko kematian.

“Di tengah peningkatan suhu lingkungan terjadi peningkatan populasi nyamuk Aedes Aegypti yang harus diwaspadai untuk menekan jumlah kasus DBD yang berpotensi meningkat,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan yang diterima, Selasa (13/6).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, angka kasus demam berdarah (DB) di Indonesia cenderung meningkat.

Pada 2022, angka kejadian DBD capai 143.184 kasus. Provinsi dengan insiden DBD tertinggi tercatat di Jawa Barat sebanyak 36.500 kasus. Kemudian disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, kemudian Sumatera Utara. Pada periode yang sama angka kematian akibat DBD mencapai 1.200 kasus dan hampir 65% terjadi pada anak usia 0-14 tahun.

BACA JUGA :  Ricuh Soal Royalti Lagu, Pemerintah akan Bikin Aturan Lebih Adil

Hingga minggu ke-22 pada periode 2023, kasus DBD tercatat mencapai 35.694 kasus. Provinsi Jawa Barat memiliki kasus terbanyak dengan lebih dari 6.000 kasus, Bali sebanyak 3.400 kasus, kemudian diikuti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Lestari, catatan tersebut harus segera disikapi dengan upaya pencegahan yang masif antara lain dengan konsisten menebar pesan kepada masyarakat agar menguras, menimbun dan menutup (3M) tempat-tempat penampungan air untuk mencegah jentik menjadi nyamuk dewasa.

“Seminggu sekali masyarakat diajak untuk melakukan gerakan 3M itu agar pertumbuhan nyamuk Aedes Aegypti itu bisa ditekan secara signifikan,” jelas Rerie -sapaan akrab Lestari-.

Selain itu, harus digencarkan sosialisasi masif terkait sejumlah gejala DBD seperti demam hingga hari ketiga yang diikuti kondisi tubuh yang lemas, selalu mengantuk, muntah, nyeri perut hebat, pendarahan, bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah hingga buang air besar berdarah.

BACA JUGA :  Bamsoet Ajak Puteri Otonomi Indonesia 2023 Sosialisasikan Pemanfaatan Dana Desa

“Masyarakat harus benar-benar memahami gejala-gejala demam berdarah itu, agar penanganan demam berdarah bisa dilakukan sedini mungkin untuk mencegah munculnya kasus kematian akibat demam berdarah,” pungkas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Menurut Rerie, gerakan bersih-bersih lingkungan, termasuk membersihkan sampah, bak- bak penampungan air yang kerap menjadi sarang nyamuk, harus gencar dilakukan.

“Kesempatan itu sekaligus dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait bahayanya DBD dan pentingnya upaya pencegahan,” imbuh legislator Dapil II Jawa Tengah itu.

Rerie juga mendorong sejumlah upaya preventif pencegahan DBD harus segera dilakukan bersama, melalui kolaborasi yang kuat antara pemangku kebijakan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat luas, dalam upaya mewujudkan perlindungan kepada setiap warga negara dari berbagai ancaman yang datang.

BACA JUGA :  Tinjau Kesiapan Tangsel Hadapi Pemilu 2024, Komisi II Titikberatkan Beberapa Permasalahan
Tags: DBDdemam berdarahMPR RI
Previous Post

Pentingnya Desentralisasi Fiskal untuk Ciptakan Keadilan Sosial

Next Post

Ketika Bahasa Daerah Mulai Ditinggalkan Generasi Muda

Related Posts

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
NASIONAL

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Oktober 21, 2026
2.4k
Ayip Tayana: Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran Harus Dilihat dari Konsistensi Gagasan dan Implementasi Kebijakan
NASIONAL

Ayip Tayana: Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran Harus Dilihat dari Konsistensi Gagasan dan Implementasi Kebijakan

Oktober 19, 2026
148
Karhutla Kalimantan Sulit Dipadamkan, Ternyata Ini 5 Penyebabnya
NASIONAL

BMKG Peringatkan Karhutla di 6 Provinsi hingga 24 Oktober, 478 Titik Panas Terdeteksi

Oktober 19, 2026
2.5k
Kabar Baik Guru Non-ASN! Abdul Mu’ti Targetkan Tunjangan Mulai Ditransfer Pekan Depan
NASIONAL

Kabar Baik Guru Non-ASN! Abdul Mu’ti Targetkan Tunjangan Mulai Ditransfer Pekan Depan

Oktober 17, 2026
2.4k
Kemenkes: Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Picu Stres dan Kecemasan
NASIONAL

Kemenkes: Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Picu Stres dan Kecemasan

Oktober 16, 2026
2.4k
Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Fokus Tangani Karhutla hingga Banjir
NASIONAL

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Fokus Tangani Karhutla hingga Banjir

Oktober 15, 2026
2.4k
Next Post
Ketika Bahasa Daerah Mulai Ditinggalkan Generasi Muda

Ketika Bahasa Daerah Mulai Ditinggalkan Generasi Muda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com