TANGSELXPRESS – Kabar baik bagi guru non-aparatur sipil negara (non-ASN). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan pencairan tunjangan guru yang mengalami keterlambatan mulai dilakukan pekan depan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, percepatan penyaluran tunjangan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Alhamdulillah, dengan kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, dan juga teman-teman di DPR. InsyaAllah mulai pekan depan tunjangan guru non-ASN mulai dapat ditransfer,” kata Abdul Mu’ti di Sungai Raya, Sabtu (17/10/2026).
Ia berharap pencairan tunjangan tersebut dapat membantu para guru menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam mendidik peserta didik serta mencerdaskan bangsa.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi keterlambatan pembayaran tunjangan. Ia meminta para pendidik tetap bersemangat dan memberikan pengabdian terbaik dalam proses pembelajaran.
“Terima kasih dan tetap semangat, Bapak dan Ibu Guru, mudah-mudahan dengan ditransfernya tunjangan itu kita bisa terus berdedikasi mencerdaskan bangsa,” ujarnya.
Pencairan Dilakukan Bertahap
Meski menargetkan pencairan mulai pekan depan, Abdul Mu’ti belum merinci jumlah guru penerima, total anggaran yang akan disalurkan, maupun jadwal pencairan untuk masing-masing daerah.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa dokumen administrasi pencairan tunjangan, termasuk Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM), telah selesai diproses oleh kementerian.
Dengan rampungnya dokumen tersebut, proses penyaluran kini menunggu penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Nunuk memastikan penyaluran tunjangan akan dilakukan secara bertahap setelah tahapan administrasi dan pencairan dana selesai.
“Bapak, Ibu, pencairan akan dilakukan secara bertahap,” ucap Nunuk.
Ia menambahkan, Kemendikdasmen telah berkoordinasi dengan KPPN untuk mempercepat penerbitan SP2D agar penyaluran tunjangan dapat segera direalisasikan.
“Semua SPM dan SPP sudah selesai dan kita tinggal menunggu antrean SP2D di KPPN. Kita juga sudah ada kerja sama dengan KPPN untuk akselerasi SP2D,” katanya.
Pemerintah berharap percepatan tersebut dapat segera memenuhi hak para guru non-ASN yang masih menantikan pembayaran tunjangan. Namun, guru tetap perlu menunggu informasi resmi mengenai jadwal pencairan dan realisasi transfer sesuai tahapan yang berlaku.







