TANGSELXPRESS – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap empat orang warga negara asing (WNA) asal Uzbekistan yang diduga terlibat dalam aktivitas terorisme di Indonesia. Keempat WNA Uzbekistan tersebut ditangkap pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2023 lalu.
Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, ketiga dari empat WNA Uzbekistan tersebut diduga terlibat dalam aktivitas terorisme melalui propaganda di media sosial dan merupakan bagian dari organisasi teror internasional.
Salah satu dari mereka yang berinisial BA alias F terpantau aktif dalam menyebarkan propaganda pemahaman yang sama di media sosial, Selasa 4 April 2023.
“Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara, 3 dari 4 WNA Uzbekistan ini diduga terlibat dalam aktivitas terorisme melalui propaganda di media sosial dan merupakan bagian dari organisasi teror Internasional,” terang Brigjen Pol Ahmad Ramadhan
Berdasarkan informasi dari pemerintah Uzbekistan dan penyelidikan Densus 88, ketiga WNA Uzbekistan tersebut merupakan bagian dari organisasi internasional yang beraktivitas di wilayah Timur Tengah, khususnya Suriah, yakni Katiba Tauhid Wal Jihad.
Dalam penangkapan tersebut, Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara. Barang bukti yang berhasil disita di antaranya beberapa paspor Uzbekistan baik domestik maupun internasional, selembar resi penerima moneygram, satu lembar kode booking pesawat, iPad, beberapa buah handphone, dan beberapa screenshot unggahan yang bermuatan propaganda.
Ramadhan menambahkan bahwa salah satu dari keempat WNA Uzbekistan tersebut juga berusaha mencari orang-orang yang memiliki pemahaman yang sama dengan dirinya di Indonesia dalam rangka melaksanakan aksi teror.
Penangkapan keempat WNA Uzbekistan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi target kelompok terorisme internasional. Oleh karena itu, seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan segala aktivitas yang mencurigakan ke pihak berwenang agar dapat mencegah aksi terorisme di Indonesia.







