TANGSELXPRESS – Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten disebut masuk dalam zona rawan terjadinya pelanggaran pada pelaksanaan Pilkada dan Pemilu 2024.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tangerang Andi Irawan mengatakan, Tangerang masuk dalam kategori rawan sedang.
Menurut Andi, kategori rawan sedang itu sesuai hasil kajian yang memacu pada indeks kerawanan pemilu (IKP) pada Pemilu 2019.
“Se-Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang masuk dalam kategori daerah rawan ketiga pelanggaran Pemilu,” kata Andi di Tangerang, Rabu (1/2).
Andi menjelaskan, Kabupaten Tangerang sendiri masuk pada kerawanan dalam sub dimensi hak pilih dengan angka mencapai 80,82 poin.
“Pemetaan kerawanan tersebut memacu pada pelaksanaan Pemilu 2019, dan kita ada pada angka 80,02 poin sebagai wilayah dimensi hak pilih,” ujar Andi.
Kemudian, kata dia, indeks tingkat kerawanan pelanggaran Pemilu di Kabupaten Tangerang yang paling tinggi adalah sub dimensi kampanye dengan angka 100 poin.
“Untuk titik kerawanan berada pada tiga kecamatan dari 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang yakni, Kecamatan Keronjo, Sepatan Timur dan Kelapa Dua,” katanya.
Andi menyebut, dengan masuknya sebagai wilayah rawan pelanggaran pada Pemilu, pihaknya pun kini sedang menyiapkan berbagai upaya pencegahan serta penguatan tugas pengawasan pada Bawaslu Kabupaten Tangerang.
“Diantaranya melakukan kajian pembacaan suasana, kondisi, dan situasi pra tahapan Pemilu 2024 di lapangan yang melingkupi 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.
Menurut Andi, tantangan proses Pemilu 2024 ini diprediksi memiliki potensi dugaan pelanggaran yang tidak jauh berbeda pada Pemilu sebelumnya di tahun 2019.
Sehingga, kata Andi, potensi tersebut perlu diwaspadai lebih awal seperti politik uang, politik identitas dan netralitas aparatur sipil negara (ASN).
“Serta kemungkinan adanya keberpihakan personal penyelenggara pemilu pada pihak tertentu,” tandas Andi.







