TANGSELXPRESS – Kasus perampokan disertai penyekapan yang menimpa Wali Kota Blitar Santoso dan istri di rumah dinas memantik perhatian publik.
Wakil Wali Kota Blitar Tjutjuk Sunario menegaskan, insiden yang menimpa Wali Kota Blitar tersebut tidak berpengaruh pada roda pemerintahan.
“Pemerintahan tidak terganggu. Kalau Pak Wali tidak bisa hadir, bisa diwakili, ada asisten juga, jadi roda pemerintahan tetap normal,” katanya di Blitar, Selasa (13/12).
Dia mengaku prihatin dengan kejadian yang terjadi di rumah dinas Wali Kota Blitar tersebut. Kejadian itu menjadi perhatian tersendiri, apalagi di rumah dinas yang juga ada penjaganya.
Dirinya meminta agar kasus ini bisa segera ditangani aparat terkait. Diharapkan kejadian serupa tidak lagi terjadi, terlebih lagi saat ini sudah mendekati tahun politik sehingga penting memastikan keamanan di daerah.
“Kami prihatin perampokan di rumah dinas wali kota, apalagi ini kejadian pertama di rumah dinas, ada keamanannya. Kami berharap ini kejadian terakhir, apalagi ini tahun di politik,” kata dia.
Selain itu, Tjutjuk Sunario juga meminta pengamanan lebih sehingga hal serupa tidak lagi terjadi.
“Kami tidak ingin ada kejadian itu lagi. Mudah-mudahan ini terakhir dan bisa segera terungkap pelakunya, karena ini menyangkut keamanan, ketentraman,” terangnya.
“Dua tahun lebih ada pandemi dan situasi kini sudah mulai pulih. Untuk itu, kami berharap keamanan bisa tercipta lagi dan kondisi normal lagi, sehingga ekonomi bisa jalan,” tambahnya.
Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Wali Kota Blitar. Dia menegaskan, Wali Kota Blitar dalam keadaan baik-baik saja.
Kasus pencurian disertai dengan kekerasan terjadi di rumah dinas Wali Kota Blitar, Senin (12/12).
Dalam kejadian yang berlangsung mendekati waktu subuh itu, tiga orang anggota Satpol PP Kota Blitar yang berjaga disekap.
Hal yang sama juga terjadi pada Wali Kota Santoso dan istri juga disekap perampok. Dalam kejadian itu, uang dan perhiasan senilai Rp 400 juta raib dibawa perampok.
Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani polisi. Jajaran dari Polda Jatim juga turut serta menyelidiki kasus ini.







