TANGSELXPRESS – Perum Bulog memastikan ketersediaan pangan untuk masyarakat masih tergolong aman. Bulog menyebut stok beras yang dimiliki dapat dimanfaatkan hingga 6 bulan kedepan.
Informasi yang berhasil dihimpun, Bulog memastikan stok beras aman lantaran menyusul adanya isu ancaman kelangkaan pangan yang dinilai tidak mendasar, Sabtu 19 November 2022.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas memastikan pasokan beras nasional yang dikuasai pemerintah berada dalam jumlah yang aman. Kata Buwas, pasokan beras tersebut dipastikan aman untuk enam bulan kedepan.
Dengan begitu, Buwas pun meyakinkan bahwa Bulog bisa segera menggelontorkan stok beras kapan saja melalui operasi pasar setiap hari. Hal itu sekaligus sebagai upaya mempertahankan stabilitas harga pangan.
“Masyarakat jangan khawatir, BULOG menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga. Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini agar tetap terkendali,” kata Budi Waseso di Jakarta seperti dikutip melalui infopublik.id, Sabtu 19 November 2022.
Meski begitu, Buwas meyakinkan bahwa pihaknya juga melakukan pemantauan intensif terkait harga beras. Hal tersebut guna menepis adanya isu kelangkaan pangan yang akhir-akhir ini dihembuskan pihak yang tak bertanggungjawab.
Menurut Buwas, terjadinya kenaikan harga beras dikarenakan beberapa faktor baik eksternal maupun internal dalam negeri. Hal itu seperti anomali cuaca, kenaikan harga BBM dan juga situasi dalam negeri yang memasuki musim tanam.
Meski begitu, Bulog juga menggelontorkan beras sebanyak 1 ton dalam Kegiatan Operasi Pasar atau Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH). Hal itu dilakukan sepanjang tahun untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Sampai dengan pagi ini kami sudah menggelontorkan beras operasi pasar di seluruh Indonesia dengan jumlah total sebanyak hampir 1 juta ton dan selanjutnya setiap hari kami akan gelontorkan terus sampai dengan panen raya berikutnya,” jelas Budi Waseso.







