TANGSELXPRESS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) angkat bicara soal kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Kominfo minta jurnalis dan media kutip narasumber kompeten.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kominfo), Usman Kansong menjelaskan, pihaknya menghimbau jurnali dan media untuk hanya mengutip narasumber yang kompeten terkait insiden, jumlah korban jiwa dan luka-luka.
“Saya kira sebaiknya kita menunggu atau meminta pernyataan dari sumber yang kompeten. Saya tidak mengatakan sumber resmi, tapi sumber yang kompeten untuk menyampaikan pemberitaan mengenai insiden itu, maupun jumlah korban,” terang Dirjen IKP Kominfo, Usman Kansong seperti dikutip TANGSELXPRESS melalui infopublik.id, Senin 3 Oktober 2022.
Dengan begitu, Usman membeberkan terkait kutipan dari sumber kompeten. Menurut Usman, sumber yang kompeten itu bisa dari pihak rumah sakit di sekitar lokasi peristiwa, dinas kesehatan pemerintah daerah setempat, wali kota hingga institusi pemerintah pusat seperti Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Tujuan mendapatkan informasi dari sumber kompeten, menurut Usman, sehingga tidak menimbulkan masalah baru setelah jurnalis memuat berita di media masing-masing. Sebab jumlah korban dalam suatu kejadian besar bisa dinamis termasuk perkembangan penyelidikan kejadiannya sendiri.
“Supaya nanti tidak memunculkan masalah di belakang hari, apalagi dalam dunia jurnalistik akurasi itu menjadi hal yang sangat penting, jadi kami imbau untuk diperhatikan betul dengan cermat,” ujar Usman Kansong.
Lebih lanjut Usman mengatakan, sejauh ini data atau informasi yang sering dikutip media terkait tragedi Stadion Kanjuruhan adalah jumlah korban sebanyak 128 atau 127 jiwa. Sementara korban luka-luka mencapai orang dan ada juga masyarakat yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.
Terkait hal itu, pemerintah juga sudah membuat posko di Stadion Kanjuruhan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait peristiwa terkait pertandingan Persebaya dan Arema FC yang berujung kerusuhan hingga menimbulkan kerusakan, luka dan korban jiwa.
“Jadi saya kira nanti posko yang sudah ada di sana itu akan mengumumkan perkembangan tragedi Kanjuruhan itu. Jadi jumlahnya ya sering dikutip oleh media 127 atau 128 yang meninggal, sementara yang luka-luka 180 lebih. Nah tolong kutip dari sumber kompeten,” pungkasnya.







