TANGSELXPRESS – Kicauan dokter tim Arema FC menyentuh hati, asfiksia disebut penyebab kematian di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim), Selasa 4 Oktober 2022.
Seperti informasi yang berhasil dirangkum TANGSELXPRESS menyebutkan, bahwa asfiksia adalah kondisi ketika kadar oksigen dalam tubuh berkurang.
Ada beragam penyebab asfiksia, mulai dari tersedak, paparan zat kimia atau asap, hingga mengidap penyakit tertentu. Kondisi ini bisa menyebabkan hilangnya kesadaran, cedera otak, hingga kematian.
Mengutip melalui kicauan dokter tim Arema, Nanang Tri Wahyudi dari akun twitter miliknya @dokternanang disebutkan terdapat korban dewasa dan remaja, serta sebagian anak-anak dalam peristiwa terbunuhnya ratusan orang dan ratusan orang mengalami luka-luka.
Dalam kicauannya tersebut, dituliskan bahwa asfiksia sebagai penyebab kematian dan inhalasi gas air mata disebut sebagai pemicunya. Namun, yang paling menarik dalam peristiwa terbunuhnya ratusan orang dan ratusan orang luka-luka tersangkanya adalah penembak gas air mata.
“Korban: Dewasa & remaja, sebagian anak-anak
Penyebab kematian: Asfiksia
Pemicu: Inhalasi gas air mata
Tersangka: Penembak gas air mata
Sesederhana itu, tapi di Indonesia diputar-putar untuk dicari pembenaran penembakan ke tribun,” tulis Nanang Tri Wahyudi seperti dikutip TANGSELXPRESS.







