TANGSELXPRESS – Aksi unjuk rasa sejumlah elemen masyarakat untuk menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bakal kembali digelar pada hari ini, Senin (12/9). Ribuan personel aparat gabungan akan diturunkan guna mengawal massa demo.
Ribuan personel aparat gabungan dikerahkan, untuk mengamankan aksi unjuk rasa sejumlah elemen masyarakat menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di kawasan Jakarta Pusat, Senin (12/9).
Massa demonstrasi merupakan massa gabungan dari berbagai aliansi. Ada juga organisasi masyarakat (Ormas) Islam bersama Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang turut ambil bagian dalam aksi unjuk rasa kali ini.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin nmengatakan bahwa konsentrasi massa terbgai menjadi tiga titik, dua diantaranya di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat dan juga depan Gedung DPR/MPR RI.
“Untuk seluruh wilayah Jakarta Pusat tersebar sebanyak 6.100 personel gabungan TNI-Polri,” kata Kombes Komarudin dalam keterangannya, Senin (12/9).
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyebut jika estimasi massa yang turun ke jalan berjumlah 2.090 orang, dengan rincian 1.885 orang akan berkumpul di Patung Kuda.
“Massa gabungan dari pelbagai aliansi seperti KSPSI sekira 1.000 orang, GNPR sekira 400 – 700 orang, BEM Univ Azzahra sekira 20 orang, Pergerakan Aktivis Nusantara sekira 15 orang, DPD IMM DKI Jakarta sekira 50 orang, GMNI sekira 100 orang, GMII sekira 50 orang, Koordinator Pusat BEM Tanah Air sekira 150 orang dan KOM-JU sekira 100 orang,” ujar Zulpan secara rinci.
Sebelumnya, Kuasa Hukum Habib Rizieq, Aziz Yanuar menuturkan, aksi 1209 bertajuk “aksi bela rakyat” itu diinisiasi Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) dan dihadiri Persatuan Alumni 212 (PA 212), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) dan Front Persaudaraan Islam (FPI).
GNPR akan menyuarakan tiga tuntutan dalam aksi tersebut, yakni turunkan harga BBM; turunkan harga-harga; dan tegakkan supremasi hukum.







