TANGSELXPRESS – Ratu Elizabeth II tutup usia di Istana Balmoral, Skotlandia, pada Kamis (8/9) siang waktu setempat. Berdasarkan urutan penerus mahkota, dengan meninggalnya Sang Ratu dipastikan membuat anak pertamanya yakni Pangeran Charles menjadi raja baru Inggris.
Charles bakal dikenal sebagai Raja Charles III dengan didampingi oleh istrinya, Camilla Rosemary Shand. Pasca bercerai dengan Putri Diana pada 1996, Camilla diketahui merupakan istri kedua Charles. Dengan Charles yang akan menjadi Raja, secara otomatis Camilla juga akan mendapat gelar Queen Consort atau Permaisuri.
Jika merunut tradisi kerajaan sebelumnya, gelar ratu akan jatuh langsung kepada istri sang raja. Namun, perceraian Raja Charles dengan Putri Diana membuat pemberian gelar ratu menjadi berbeda dan rumit.
Menikahi Camilla pada 2005 lalu, Charles saat itu masih menjadi pangeran. Camilla pun tidak menyandang gelar mendiang Putri Diana sebagai Princess of Wales, melainkan Duchess of Cornwall.
Dikabarkan jika beberapa waktu lalu Ratu Elizabeth II telah memberi ‘restu’ dengan permintaannya agar Camilla dikenal sebagai “Queen Consort” ketika Pangeran Charles naik tahta menjadi raja Inggris. Hal tersebut diungkapkan Yang Mulia saat merayakan jelang 70 tahun dirinya memimpin Kerajaan Inggris pada awal Februari lalu.
Diawali pada tahun 1972, Camilla bertemu Charles yang saat itu bergelar Pangeran Wales. Mereka bertemu di lapangan polo di Windsor Great Park. Keduanya memulai hubungan romantis yang akan berlanjut selama lebih dari 25 tahun, meskipun masing-masing terlebih dahulu menghabiskan sebagian besar waktu itu untuk menikah dengan orang lain.
Camilla menikah dengan perwira kavaleri Andrew Parker Bowles pada tahun 1973, mereka pun dikaruniai dua anak yakni Thomas dan Laura. Atas permintaan Charles, Camilla disebut membantu Charles mendapatkan istri yang cocok, yakni Putri Diana Spencer, yang dinikahi Pangeran pada 1981.
Seiring terbitnya buku Diana: Her True Story yang diikuti dengan skandal Camillagate pada 1993, saat pembicaraan telepon Camilla dan Charles disadap dan diangkat ke tabloid, hubungan keduanya pun menjadi konsumsi publik. Nama Charles pun seketika jatuh pada saat itu.
Namun, pada 1994 Charles mulai angkat bicara dalam sebuah acara wawancara televisi. Ia menyatakan jika Camilla merupakan teman baik dan sahabat karibnya.
Imbasnya, pada 1995 Camilla dan Andrew memutuskan untuk bercerai. Setahun setelahnya, giliran Charles dan Diana yang mengumumkan jika mereka sudah tidak bisa hidup bersama lagi untuk kemudian perceraian pun tak dapat terhindarkan.
Lama tak tampil, Camilla dan Charles langsung menghebohkan publik dengan tampil di muka umum secara bersama-sama di Hotel Ritz, London pada 1999, saat mereka menghadiri acara ulang tahun.
Bak sejoli yang tengah kasmaran, Charles awalnya berjuang untuk mendapatkan pengakuan hubungannya dengan Camilla, baik di dalam keluarga kerajaan maupun terhadap publik Inggris.
Bertahun-tahun setelahnya, hubungan Camilla dan Charles mulai diterima publik Inggris hingga pada 9 April 2005, mereka pun menikah dalam upacara sipil di Windsor. Sejak saat itu, keduanya semakin go public, dan Camilla pun terlihat kerap membantu sang suami dalam mengemban tugas kerajaannya.







