TANGSELXPRESS – Kemacetan pada sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kian bertambah parah. Belakangan, kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Puspiptek sempat viral di media sosial.
Kemacetan di sepanjang Jalan Puspiptek itu disebabkan banyak hal, di antaranya aktivitas keluar-masuk kendaraan di Universitas Pamulang, Viktor, Serpong. Kemacetan di sana sulit terurai hampir setiap jam sibuk pagi dan sore hari.
Wakil Wali Kota Pilar Saga Ikhsan, mengaku tengah mencari solusi mengatasi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Tangsel. Pihaknya pun turut mengkaji wacana merubah jam masuk sekolah dan kuliah agar tak berbarengan dengan jam kerja.
“Salah satunya pengaturan masalah jam masuk, apa namanya sekolah atau kampus-kampus yang ada. Ya misalkan masuk jam 7 pagi, diatur jam 9 pagi atau seperti apa supaya nggak pas waktunya dengan jam orang kerja,” terang Pilar di Balai Kota Tangsel, Ciputat, Jumat (9/9).
Menurut dia, kemacetan lalu lintas terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang digunakan pada waktu bersamaan. Untuk itu, dia juga menekankan agar penggunaan kendaraan pribadi dikurangi dan berganti menggunakan transportasi umum.
“Sekarang kan setiap anak, orang tuanya bawa mobil bawa motor. Apalagi kalau musim hujan pasti semuanya bawa mobil. Sekarang sekolah biasa juga sama aja, minimal bawa motor. Itu salah satu yang kita bahas (transportasi umum),” jelasnya.
Dia berharap, kedepan transportasi publik bisa segera diwujudkan guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Transportasi tersebut bisa berupa bis sekolah hingga LRT (Light Rail Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit).
“Mudah-mudahan di 2023 terwujud. Saya minta ke Dishub untuk segera komunikasi dengan Organda, dengan para pengusaha. Lalu juga saya minta untuk segera kajian dilakukan terkait trayek, jenis kendaraan apa yang digunakan. Terus saya minta terakhir LRT dan MRT juga ke Dishub untuk segera kami bertemu dengan PT LRT, MRT untuk melanjutkan sesegera mungkin,” tandasnya.







