• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Sering Bilang “Nanti Saja”? Bisa Jadi Kamu Sedang Terjebak Prokrastinasi

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Agustus 22, 2026
in KESEHATAN, NEWS, SELEB & GAYA HIDUP
Reading Time: 3min read
Sering Bilang “Nanti Saja”? Bisa Jadi Kamu Sedang Terjebak Prokrastinasi

Ilustrasi prokrastinasi. (Foto: pexels)

288
SHARES
2.8k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Menunda pekerjaan merupakan kebiasaan yang kerap muncul ketika seseorang berhadapan dengan tugas yang membosankan, berat, atau memicu tekanan. Kebiasaan ini dikenal sebagai prokrastinasi, yakni tindakan menunda pekerjaan secara sengaja meskipun seseorang menyadari adanya konsekuensi yang mungkin muncul.

Namun, prokrastinasi tidak selalu berarti seseorang malas atau tidak mampu mengatur waktu. Sejumlah kajian psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan menunda pekerjaan berkaitan erat dengan cara seseorang mengelola emosi negatif yang muncul ketika menghadapi sebuah tugas.

Tugas yang memicu rasa frustrasi, cemas, bosan, atau takut gagal cenderung lebih mudah dihindari. Ketika memilih melakukan aktivitas lain, seseorang bisa merasakan kelegaan dalam jangka pendek meski pekerjaan utama belum terselesaikan.

Kondisi tersebut kemudian dapat membentuk sebuah siklus.

Seseorang merasa tidak nyaman ketika melihat tugas, lalu memilih menundanya agar merasa lebih lega. Namun, ketika tenggat waktu semakin dekat, tekanan kembali muncul dan bahkan bisa menjadi lebih besar.

BACA JUGA :  Apresiasi Perjuangan Garuda Muda, Shin Tae-yong Juga Beri Masukan ke AFF

Tidak Semua Penundaan Disebut Prokrastinasi

Mengutip APA Dictionary of Psychology, prokrastinasi berbeda dengan penundaan yang dilakukan karena alasan yang jelas dan memiliki tujuan.

Misalnya, menyusun rencana, menunggu informasi penting, atau mengambil waktu untuk beristirahat tidak otomatis termasuk prokrastinasi selama penundaan tersebut memang dilakukan secara sadar dan memiliki alasan yang jelas.

Karena itu, persoalan utamanya bukan sekadar apakah seseorang menunda pekerjaan, melainkan mengapa pekerjaan tersebut ditunda.

Kenali Emosi Sebelum Menghindari Tugas

Salah satu langkah awal untuk mengurangi prokrastinasi adalah mengenali emosi yang muncul sebelum mulai mengerjakan sesuatu.

Alih-alih langsung menghindari tugas karena merasa cemas, bosan, atau tertekan, seseorang dapat mencoba mengakui perasaan tersebut dan mencari cara untuk menghadapinya.

Tugas yang terlihat terlalu besar juga dapat dipecah menjadi beberapa bagian kecil.

Daripada berpikir harus menyelesaikan seluruh pekerjaan sekaligus, mulailah dari satu tindakan sederhana. Misalnya, membuka dokumen, membuat kerangka tulisan, membaca satu halaman, atau menyelesaikan satu bagian pekerjaan.

BACA JUGA :  Ketika Hidup Tak Baik-Baik Saja, Begini Cara Menumbuhkan Optimisme Secara Sehat

Langkah kecil tersebut dapat membuat tugas terasa lebih ringan dibandingkan membayangkan keseluruhan pekerjaan sekaligus.

Jangan Terjebak Menyalahkan Diri Sendiri

Kebiasaan menunda sering kali diikuti rasa bersalah. Seseorang merasa kecewa terhadap dirinya sendiri karena kembali menunda pekerjaan.

Namun, menyalahkan diri sendiri secara berlebihan justru dapat membuat siklus tersebut semakin sulit diputus.

Penelitian yang dibahas oleh American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa memaafkan diri sendiri setelah melakukan prokrastinasi dapat membantu mengurangi kecenderungan mengulang kebiasaan tersebut.

Dengan kata lain, ketika seseorang gagal mengerjakan tugas sesuai rencana, fokus sebaiknya diarahkan pada langkah berikutnya, bukan terus-menerus menghukum diri sendiri.

Ubah Cara Pandang terhadap Pekerjaan

Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengubah cara pandang terhadap tugas.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Acta Psychologica Sinica menunjukkan bahwa pengelolaan emosi melalui penilaian ulang secara positif dapat membantu menurunkan rasa tidak menyenangkan terhadap sebuah tugas.

BACA JUGA :  Refleksi Pesta Demokrasi, Antara Kemenangan dan Kekalahan

Ketika tugas dipandang sebagai sesuatu yang lebih bermakna atau memiliki manfaat bagi diri sendiri, beban emosional yang muncul bisa berkurang.

Misalnya, daripada melihat pekerjaan sebagai sesuatu yang melelahkan, seseorang dapat memandangnya sebagai kesempatan menyelesaikan satu target, meningkatkan kemampuan, atau mengurangi beban di kemudian hari.

Prokrastinasi Bukan Sekadar Soal Malas

Mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan bukan semata-mata dengan memaksa diri untuk bekerja lebih keras.

Prokrastinasi juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menghadapi rasa bosan, cemas, frustrasi, takut gagal, maupun emosi tidak menyenangkan lainnya.

Dengan mengenali emosi, memecah pekerjaan menjadi langkah kecil, mengubah cara pandang terhadap tugas, serta tidak berlebihan dalam menyalahkan diri sendiri, siklus prokrastinasi perlahan dapat diputus.

Jadi, jika hari ini kembali tergoda untuk berkata “nanti saja”, mungkin yang perlu dilakukan bukan menunggu motivasi datang, melainkan cukup memulai dari satu langkah kecil.

Tags: cara berhenti menundacara mengatasi prokrastinasideadline pekerjaankebiasaan menunda pekerjaanKesehatan Mentalmanajemen waktumengatasi rasa malaspenyebab prokrastinasiprokrastinasipsikologi prokrastinasisering menunda pekerjaantips produktif
Previous Post

Lima Kopi Indonesia yang Mendunia, Nomor 3 Punya Proses Produksi Tak Biasa

Next Post

Gekrafs NTB Gandeng MGPA Hadirkan Merchandise MotoGP, UMKM Lokal Didorong Tembus Pasar Internasional

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Gekrafs NTB Gandeng MGPA Hadirkan Merchandise MotoGP, UMKM Lokal Didorong Tembus Pasar Internasional

Gekrafs NTB Gandeng MGPA Hadirkan Merchandise MotoGP, UMKM Lokal Didorong Tembus Pasar Internasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com