TANGSELXPRESS – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah. Hingga Senin, 3 Agustus, pemerintah Venezuela melaporkan korban meninggal dunia mencapai 6.125 jiwa.
Data terbaru tersebut disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, yang juga mengungkapkan perkembangan penanganan pascabencana di negara tersebut.
Dikutip dari Anadolu Selasa, 4 Agustus Rodriguez mengatakan tim penyelamat berhasil mengevakuasi 6.642 orang sejak gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah Venezuela.
Selain itu, sebanyak 60.992 orang dilaporkan membutuhkan perawatan di rumah sakit akibat dampak gempa yang menyebabkan kerusakan besar di berbagai wilayah.
Di sektor perumahan, pemerintah telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 40.000 rumah. Hasilnya, 25.325 rumah dinyatakan masih layak huni, 9.866 rumah mengalami kerusakan dengan akses terbatas, sementara 6.433 rumah dikategorikan berisiko tinggi dan tidak aman untuk ditempati.
Untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah Venezuela telah menyerahkan 287 unit rumah baru kepada keluarga yang terdampak bencana.
Sementara itu, proses pembersihan puing terus berlangsung. Hingga saat ini, tim gabungan telah mengangkut lebih dari 382.230 ton puing, atau sekitar 16,5 persen dari total reruntuhan yang diperkirakan harus dibersihkan.
Sebagai informasi, Venezuela diguncang dua gempa bumi kuat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 pada 24 Juni 2026. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dalam skala luas dan mendorong pemerintah menetapkan status keadaan darurat nasional.
© 2022 TangselXpress.com