TANGSELXPRESS – Slow jogging menjadi salah satu tren olahraga yang sedang populer di Korea Selatan. Berbeda dengan jogging konvensional yang identik dengan kecepatan tinggi, slow jogging dilakukan dengan tempo lebih santai sehingga lebih nyaman dilakukan oleh berbagai kalangan, mulai dari pemula hingga lansia.
Selain mudah dilakukan, olahraga ini juga menawarkan beragam manfaat kesehatan tanpa memberikan tekanan berlebih pada tubuh.
Dikutip dari Health, slow jogging merupakan metode berlari dengan intensitas ringan yang mengutamakan langkah pendek, pendaratan kaki bagian depan atau tengah secara lembut, serta menjaga tubuh tetap rileks selama berlari. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kebugaran sekaligus meminimalkan risiko cedera.
Popularitas slow jogging di Korea Selatan tidak lepas dari gaya hidup masyarakat yang memiliki aktivitas padat. Olahraga ini dapat dilakukan di taman, lingkungan rumah, atau jalur pejalan kaki tanpa memerlukan peralatan khusus maupun waktu yang lama.
Karena intensitasnya rendah, slow jogging juga menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mulai berolahraga secara rutin tanpa harus memaksakan kemampuan fisik.
Manfaat Slow Jogging untuk Kesehatan
Slow jogging menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan, di antaranya:
- Meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
- Membantu membakar kalori secara bertahap.
- Memperkuat otot kaki dan meningkatkan daya tahan tubuh.
- Mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati.
- Menurunkan risiko cedera dibandingkan lari berintensitas tinggi.
- Cocok dilakukan dalam jangka panjang karena tidak terlalu membebani tubuh.
Pelari sekaligus profesor ilmu olahraga, Todd Buckingham, menjelaskan bahwa berlari dengan ritme lambat tetap memberikan manfaat besar bagi tubuh.
“Berlari dengan ritme lambat akan merangsang pertumbuhan lebih banyak pembuluh darah kapiler baru, sehingga oksigen lebih mudah masuk ke otot. Selain itu, latihan ketahanan ini juga meningkatkan jumlah mitokondria yang berfungsi sebagai pabrik energi bagi otot tubuh,” ujarnya.
Cara Melakukan Slow Jogging
Agar mendapatkan manfaat optimal, lakukan slow jogging dengan langkah berikut:
- Lakukan pemanasan selama 5–10 menit.
- Mulailah berlari dengan kecepatan sangat santai, hampir menyerupai jalan cepat tetapi tetap menggunakan gerakan berlari.
- Gunakan langkah yang pendek dan ringan.
- Mendaratlah menggunakan bagian depan atau tengah telapak kaki secara lembut.
- Jaga posisi tubuh tetap tegak, bahu rileks, dan bernapas secara alami.
- Lakukan selama 20–30 menit setiap hari, kemudian tingkatkan durasi secara bertahap sesuai kemampuan.
Dengan intensitas yang ringan dan teknik yang sederhana, slow jogging bisa menjadi pilihan olahraga harian bagi siapa saja yang ingin menjaga kebugaran tanpa harus melakukan latihan berat. Selain menyehatkan jantung dan meningkatkan stamina, olahraga ini juga efektif membantu mengurangi stres serta membuat tubuh tetap aktif setiap hari.







