TANGSELXPRESS – Polda Metro Jaya memastikan informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan penembakan terhadap ajudan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, merupakan hoaks atau tidak benar.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada jajaran Polres Metro Jakarta Selatan terkait informasi yang viral tersebut.
“Kalau itu ada informasi jelas, sejauh ini kami sudah mengonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan itu adalah hoaks,” kata Budi Hermanto dalam konferensi pers, dikutip Senin, 27 Juli.
Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial Instagram, salah satunya melalui akun @gianluigich, yang mengklaim ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak oleh orang tak dikenal. Unggahan tersebut juga menyebut penjaga rumah yang bersangkutan telah meninggal dunia dan jasad korban penembakan belum ditemukan.
Namun, Polda Metro Jaya menegaskan informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Di sisi lain, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki penyebab kematian seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis pekan lalu.
Menurut Budi Hermanto, korban pertama kali ditemukan tergeletak di halaman Klinik Mordent sebelum dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring.
“Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Penyidik kini masih mengumpulkan bahan keterangan, menyusun kronologi kejadian, serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
Terkait informasi yang menyebut Sutrimo merupakan Kepala Urusan Rumah Tangga (Karumga) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Budi mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman.
“Masih didalami,” kata Budi.
Polda Metro Jaya menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kematian Sutrimo. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum.







