TANGSELXPRESS – Aktris muda Kaylee Hottle, pemeran Jia dalam waralaba film Godzilla x Kong, meninggal dunia pada Senin, 20 Juli di usia 18 tahun setelah mengalami kecelakaan mobil di Maryland, Amerika Serikat. Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh sang ayah, Joshua Hottle.
Melalui siaran langsung menggunakan Bahasa Isyarat Amerika (American Sign Language/ASL), Joshua Hottle mengungkapkan bahwa putrinya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Ia juga menyampaikan tengah melakukan perjalanan dari Texas menuju Maryland untuk mengurus jenazah Kaylee.
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, mobil yang ditumpangi Kaylee keluar dari bahu jalan, kehilangan kendali, lalu menabrak parit. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan Texas School for the Deaf, sekolah tempat Kaylee menempuh pendidikan. Dalam pernyataannya di media sosial, pihak sekolah meminta masyarakat menghormati privasi keluarga dan tidak berspekulasi mengenai insiden tersebut.
“Dengan rasa sedih kami membagikan kabar duka bahwa salah satu senior TSD, Kaylee Hottle, meninggal dunia kemarin dalam kecelakaan mobil di Frederick, Maryland,” tulis pihak sekolah dikutip Selasa, 21 Juli.
“Kami memiliki informasi yang terbatas dan meminta semua orang menghargai privasi keluarga Kaylee serta tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan.”
Kaylee Hottle dikenal luas lewat perannya sebagai Jia, seorang anak yatim piatu yang tuli dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Kong dalam film Godzilla vs. Kong (2021) dan Godzilla x Kong: The New Empire (2024).
Lahir di Atlanta, Georgia, pada 1 Mei 2007, Kaylee berasal dari keluarga tuli lintas generasi. Latar belakang tersebut membuatnya fasih menggunakan Bahasa Isyarat Amerika dan menjadi salah satu aktris tuli yang mendapat perhatian di industri perfilman Hollywood.
Kepergian Kaylee juga mendapat penghormatan dari berbagai pihak, termasuk Legendary Pictures, rumah produksi di balik waralaba Godzilla x Kong. Meninggalnya Kaylee Hottle di usia 18 tahun menjadi kehilangan besar bagi dunia perfilman, khususnya bagi komunitas tuli yang selama ini melihatnya sebagai inspirasi dalam dunia hiburan.







