TANGERANG SELATAN– Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menata kawasan Kampung Kota di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, melalui pembangunan berbagai infrastruktur dasar guna meningkatkan kualitas lingkungan dan hunian masyarakat. Penataan kawasan seluas 23 hektare tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, meninjau langsung lokasi penataan bersama jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) pada Rabu (8/7/2026) untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan.
Pilar menjelaskan kawasan Keranggan masuk dalam kategori Rural Urban Undeveloped Area, yaitu wilayah transisi antara kawasan perdesaan dan perkotaan yang masih didominasi lahan terbuka, kawasan hijau, atau belum tersentuh pembangunan secara optimal. Karena itu, kawasan tersebut dinilai perlu ditata agar memiliki kualitas lingkungan yang setara dengan kawasan permukiman perkotaan.
“Kawasan kampung kota ini membutuhkan sentuhan pembangunan infrastruktur. Dengan penataan ini kami berharap kualitas lingkungan dan hunian masyarakat menjadi lebih baik, lebih rapi, dan lebih tertata,” ujar Pilar.
Program penataan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar, meliputi pembangunan jalan lingkungan menggunakan paving block, pembangunan drainase U-Ditch berukuran 30 x 30 sentimeter dan 40 x 40 sentimeter sepanjang sekitar 4 kilometer, pemasangan dinding penahan tanah (DPT), pembangunan pagar pengaman di sejumlah titik rawan, pembangunan gapura, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya.
Seluruh pekerjaan tersebut akan mencakup lima Rukun Warga (RW) dan 12 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Keranggan.
Menurut Pilar, akses jalan utama menuju kawasan tersebut telah diaspal pada tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, penataan tahun ini difokuskan pada pembenahan jalan-jalan lingkungan di dalam permukiman.
“Paving block lama di jalan lingkungan akan dibongkar dan diganti dengan paving block baru bermotif tiga dimensi agar kawasan lebih rapi dan menarik,” katanya.
Pilar menambahkan proses pembangunan telah dimulai. Material konstruksi akan didatangkan dalam waktu dekat sebelum pekerjaan fisik dilakukan secara bertahap dengan target selesai pada akhir tahun.
Ia juga meminta seluruh proses pembangunan diawasi secara ketat agar sesuai dengan perencanaan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun ketepatan waktu penyelesaian.
“Saya minta benar-benar diawasi sesuai dengan perencanaan. Jangan sampai ada keterlambatan maupun material yang belum terpasang hingga akhir tahun. Saya minta semuanya tuntas sesuai target waktu dan kualitasnya,” tegas Pilar.
Selain membangun infrastruktur dasar, Pemkot Tangsel juga menyiapkan pengembangan Kampung Kota Keranggan sebagai kawasan tematik berbasis potensi masyarakat. Konsep yang disiapkan antara lain pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), urban farming, bank sampah, hingga berbagai potensi lokal lainnya yang akan disesuaikan dengan usulan warga.
“Namun yang paling penting saat ini adalah menyelesaikan terlebih dahulu infrastruktur dasarnya. Setelah itu, kawasan ini bisa terus dikembangkan sesuai potensi masyarakat,” pungkasnya.







