TANGERANG – Asap akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga penyakit pernapasan yang serius.
Dokter spesialis paru sekaligus Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, mengatakan terdapat sejumlah kajian ilmiah yang menunjukkan kebakaran sampah berskala luas dapat menghasilkan berbagai zat berbahaya yang mencemari udara.
Menurutnya, kebakaran sampah melepaskan sedikitnya delapan jenis gas, yakni amonia (NH3), karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), hidrogen sulfida (H2S), metana (CH4), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), serta berbagai senyawa lain yang dapat membahayakan kesehatan.
Selain gas beracun, kebakaran juga menghasilkan partikel halus atau Particulate Matter (PM), termasuk PM2,5 yang mampu menembus hingga ke alveolus atau kantung udara di paru-paru. Kebakaran biomassa sampah juga berpotensi melepaskan volatile organic compounds (VOC) dan senyawa kimia aromatik polisiklik yang berbahaya bagi tubuh.
“Dampak kesehatan yang ditimbulkan dapat bervariasi, mulai dari sakit kepala, iritasi mata, gangguan kulit, gangguan saluran cerna, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan serangan asma,” kata Tjandra, Selasa (7/7/2026).
Ia menambahkan, kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran.
Proses Pemadaman Capai 45 Persen
Sementara itu, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyampaikan proses pemadaman kebakaran terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga saat ini, sekitar 45 persen area yang terbakar berhasil dipadamkan dari total lahan terdampak seluas sekitar 15 hektare.
Sebanyak 300 personel gabungan dikerahkan untuk mempercepat penanganan kebakaran. Mereka didukung berbagai peralatan berat dan armada pemadam, meliputi:
- 19 unit mobil pemadam kebakaran
- 4 unit mobil tangki air
- 8 unit ekskavator
- 8 unit bulldozer
- 4 helikopter water bombing
- 2 drone pemantau
Berdasarkan pantauan di lokasi, kepulan asap putih masih terlihat membumbung dari sejumlah titik di area TPA. Beberapa titik api kecil juga masih muncul di antara tumpukan sampah yang telah menghitam.
Petugas pemadam terus melakukan penyemprotan menggunakan selang bertekanan tinggi, sementara alat berat mengurai tumpukan sampah untuk mempercepat proses pendinginan dan memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Di sisi lain, helikopter water bombing terus melakukan penyiraman dari udara pada area yang masih terdeteksi memiliki titik api. Untuk mempermudah koordinasi, lokasi pemadaman dibagi menjadi tiga sektor, yakni sektor utara, tengah, dan selatan.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap masih pekat, menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi pada mata dan saluran pernapasan.







