PANDEGLANG – Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pandeglang memastikan aktivitas wisata di kawasan pesisir Selat Sunda tetap berlangsung normal meski Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Sejumlah destinasi wisata, termasuk Pantai Carita dan kawasan pantai di Pandeglang Selatan, dinyatakan aman karena berada di luar zona bahaya yang ditetapkan otoritas vulkanologi.
Ketua Balawista Kabupaten Pandeglang, Ade Ervin, mengatakan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak berdampak langsung terhadap objek wisata pantai di wilayah tersebut. Menurutnya, seluruh kawasan wisata berada jauh di luar radius bahaya yang direkomendasikan.
“Untuk wisatawan maupun masyarakat yang berada di kawasan Pantai Selat Sunda masih sangat aman. Jaraknya berada di luar radius yang ditetapkan, yakni 2 hingga 3 kilometer dari Anak Gunung Krakatau,” kata Ade Ervin, dikutip dari Beritasatu.com, Minggu, 5 Juli.
Ade menjelaskan pembatasan aktivitas hanya berlaku bagi wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan Gunung Anak Krakatau secara langsung. Pengunjung dilarang memasuki zona berbahaya di sekitar kawah maupun melakukan pendaratan di Pulau Anak Krakatau.
Meski demikian, wisatawan masih diperbolehkan mengelilingi kawasan menggunakan kapal selama tetap mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.
“Yang dibatasi adalah wisatawan yang berkunjung langsung ke Gunung Anak Krakatau. Mereka tidak boleh memasuki radius sekitar 2 kilometer dari kawah dan tidak diperbolehkan melakukan pendaratan di pulau. Namun, untuk objek wisata seperti Pantai Carita dan kawasan lainnya di Pandeglang Selatan masih kondusif,” ujarnya.
Menurut Ade, status siaga Gunung Anak Krakatau belum memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan selama masa libur sekolah. Hotel, penginapan, dan berbagai destinasi wisata pantai di Pandeglang Selatan masih menerima wisatawan seperti biasa.
“Belum ada kekhawatiran yang berlebihan dari pelaku wisata maupun wisatawan. Kondisi ini masih dianggap sebagai aktivitas vulkanik yang normal sehingga belum berdampak terhadap jumlah pengunjung,” katanya.
Meski situasi dinilai aman, Balawista tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memberikan edukasi kepada wisatawan agar selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta tidak mendekati kawasan terlarang di sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Kami terus memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tetap waspada, tetapi tidak perlu panik. Kita belajar dari berbagai kejadian sebelumnya sehingga kewaspadaan tetap menjadi prioritas,” ujar Ade.
Menanggapi beredarnya informasi di media sosial mengenai potensi tsunami, Ade menegaskan kabar tersebut merupakan hoaks dan tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang beredar itu video-video hoaks. Secara faktual, kondisi di lapangan masih aman. Tim kami juga baru melakukan pengecekan dan perawatan panel surya CCTV pemantauan di kawasan Anak Krakatau,” katanya.
Balawista mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap menikmati destinasi wisata di pesisir Selat Sunda dengan mengutamakan keselamatan, mematuhi arahan petugas, serta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait.







